Hug Me

Hug Me

  • WpView
    LECTURES 460
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Chapitres 27
WpMetadataReadTerminé mar., nov. 2, 2021
Dinara Larasati percaya kalau Bagas cinta pertamanya akan kembali untuknya. Ia menunggu dan selalu menunggu, bertahun-tahun Ara menunggu. Tapi Bagas tidak datang, di saat Ara sangat membutuhkan sosok Bagas di sisinya laki-laki itu tidak datang. " Kamu pembohong Bagas" Bagas Pradipta Putra mencari-cari cinta pertamanya selama bertahun-tahun. Gadis kecilnya Ara menghilang tanpa kabar. Ia berusaha meencari Dinara, tetapi tetap tidak membuahkan hasil. Ara menghilang bak di telan bumi dan Bagas frustasi mencarinya. Namun, Bagas berjanji ia akan menemukan gadisnya. " Aku pasti akan menemukanmu Ara" Kisah tentang dua orang yang saling mencintai. Namun, semesta menguji cinta mereka sedemikian rumit. Peprisahan, pertemuan, kehilangan, kejujuran menjadi bagian dalam cerita mereka.
Tous Droits Réservés
#161
author
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ]
  • Arsyilazka
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • SERENDIPITY : a Fact
  • ARGA
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • EPIPHANY
  • Ada Aku

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu