Kota
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 20, 2018
Aku tidak pernah menghendaki hal ini. Dua puluh tahun hidupku, dan yang biasa kulakukan hanyalah menggunakan kemeja dan dasi, lalu pergi ke kantor, mengurusi bisnis yang kuciptakan sendiri. Disinilah aku sekarang, memegang sebuah senapan, dengan napas memburu, bersembunyi diantara puing-puing yang masih tersisa dari kotaku. Tempat tinggalku selama ini. Kini aku marah. Mereka mengambil semua yang kusayangi. Tidak ada lagi ampun. Aku akan membalaskan dendam mereka. Aku, adalah mimpi buruk mereka. Aku akan membawa mereka menuju apa yang mereka bawa kepada mereka semua. Kematian. Yah, diskon yang paling besar yang dapat kuberikan adalah membuat kematian mereka cepat, dan tidak menyakitkan. Akan tetapi, bila aku tanpa belas kasihan, akan kusiksa mereka, pelan-pelan, hingga mereka memohon ampun tanpa henti, lalu membunuh mereka yang sudah tidak berdaya lagi. Inilah aku, dan sumpah balas dendamku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • Maina & Maxim
  • LITTLE GIRL
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • ALVIN (On Going)
  • THE BLOODS
  • authory?
  • Payback's Sweet
  • Keazen (A Sly World)
  • PURGATORI ARNOLD: KEABADIAN DALAM SIKSAAN

Aku telah mengalami sakitnya pengkhianatan. Orang yang kupercaya sebagai sahabat justru menusukku dari belakang, menghancurkan kepercayaanku, serta membuatku sadar bahwa betapa naif dan dungu pemahamanku perihal manusia. Sekalipun ingin balas dendam, api kehidupan milikku telah berakhir-padam. Hanya penyesalan yang ada sampai ujung hayat. Ketika bersiap menghadapi penghakiman atas semua kesalahanku semasa hidup, justru aku kembali ke masa lalu ... tepat sebelum tragedi terburuk jatuh ke pangkuanku. Aku tidak mungkin menyiakan kesempatan kedua. Akan kubalas semua kejahatan yang ditimpakan kepadaku. Semua. Semua kepedihan, rasa sakit, dan keputusasaan dalam diriku. Akan tetapi, sekadar memikirkan balas dendam tidaklah mudah. Ada banyak hal yang luput dari pengamatanku. Orangtua, keluarga, dan sosok yang selama ini kupikir tidak menginginkanku ternyata tidak seperti pemahamanku yang dangkal. "Kamu masih ingin balas dendam?" "..." Hingga pria yang seharusnya kujauhi menampakkan diri sebagai serigala berbulu domba. Dia tidak bisa dipercaya. Sama sekali! *** * Bukan novel angst. * Jangan terlalu berharap novel angst karena penulisnya bukan profesional dan tidak berbakat dalam menyakiti karakter secara ekstrem. * Ditulis oleh seorang amatir kelas kakap. Sangat remeh. Anggap saja picisan, remahan rempeyek, dan cukup dibaca sebagai selingan hiburan belaka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines