
Termangu Di keremangan malam terbias wajah pias diantara deru nafas. Senyum itu pudar Kala wajah itu menyeruak hadir diantara kisi- kisi kehidupan Dalam hidup kehampaan, terselubung kabut hitam. Cahaya langit menukik pelan, membias jendela hati Samar... Menyesatkan, Dan kelam. Naungan hati kian pudar, Kala terjerembab dalam kehampaan. Terperosok dalam duri kenistaan. Ruang itu begitu sejuk membahana sekitar Rongga kehidupan tertata rapi, mengalun syahdu diantara bait puisi kehidupan. Deru nafas membahana, Menyeruak manja. Terbilang dalam detakan jantung hatimu. Dalam diam, Engkau terpekur seperti kehilangan arah. Mimpi membuatmu frustasi dalam keheningan malam. Kabut tipis menerobos masuk melalui celah hati yang gulana Riuh rendah hati bersikukuh dengan logika Mungkinkah itu hanya ilusi? Atau kilasan hati. Jangan tiggalkan Aku, meski raga ini tak lagi mampu menopang diri Jangan pernah berlalu meski jiwa ini terlalu lelah menghamba diri Jangan... Dan jangan pernah pergi. Meskipun dunia ini tak berpihak padaku lagi Kepergian layaknya duri yang menghujam hati Mimpi itu merusak nadi menjadi frustasi Bergejolak... Bergemuruh... Meski berulang kali meyakini jika itu hanyalah Ilusi dan mimpi. Esok... Mimpi itu Jangan pernah datang lagi .... No Plagiat #ILalang, 25072017...03:06... miss U erla&raseAll Rights Reserved
1 part