Air&Api

Air&Api

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 12, 2020
Air dan Api, Langit dan Bumi, Siang dan Malam sebuah perbedaan yang tidak akan bisa dipersatukan layaknya micin dan masakan. . Alfin adalah seorang playboy disekolahnya, ia biasa dijuluki Playboy cap kaki tiga. Alfin juga dikenal usil dan suka membuat masalah dikalangan teman-temannya, namun semua sikapnya berubah saat munculnya seorang murid baru bernama Fala, gadis yang memiliki predikat yang sama dengannya 'SI PEMBUAT ONAR'. "Fal kapan sih lo bisa terima gue jadi pacar lo?" "Kapan-kapan!" "Fal gue serius ih" "Jangan serius-serius nanti cuma dijadiin temen" "Falaaa... Gue pelet tahu rasa lo" "Oh..." "Falaaaa...Gua seriusan... "
All Rights Reserved
#489
api
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • MALVIN (SUDAH TERBIT)
  • ON SIGHT (Completed)
  • DERAN
  • GAME OVER
  • GASA [end]
  • CINTA YANG NYATA
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines