Little Wife

Little Wife

  • WpView
    Membaca 5,579
  • WpVote
    Vote 210
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 7, 2017
WpInfo
Fiksi Penggemar
1Direction
Ck. Siapa sih yang mau di jodohin sama tua bangka macam dia? Mending kalo punya brewok sexy macam Zayn Malik atau enggak punya rambut ikalnya Harry Styles. Lha ini? Cuma guru di tempat gue belajar. Mana ngajarnya Olahraga lagi, bertambahlah kebencian gue sama itu guru rese'. -Karana Maharani A- **** Di jodohin sama bandit kecil? Ratunya jalanan juga sang malaikat kematian. Dan lebih parahnya lagi dia murid di tempat gue ngajar, Oh My! Ini adalah kesialan yang tak disangka. Bandit kecil yang langganannya kena hukum guru piket juga punya banyak pelanggaran di daftar hitam sekolah. Benar benar suatu kesialan. -Devano Alfaridzi Winata- ****
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#85
watty
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • TAKDIR
  • Lecturer vs Me |Campus #1| COMPLETED
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • REINA [ T A M A T ]
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • Martanita [END]
  • THE NEW GIRL [SELESAI]

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan