Senja, Aku dan Rasa Rindu

Senja, Aku dan Rasa Rindu

  • WpView
    Reads 4,768
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2018
Seseorang bertanya kepadaku "Apa yang lebih pahit dari menunggu??" Aku jawab "Rasa rindu". Karena menunggu itu sudah pasti akan ada seseorang yang akan kembali, tapi rindu itu berat, yang ditunggu hanyalah sebuah kepastian tanpa tau akankah dia kembali atau hilang selamanya....." Namaku Riana... Wajarkah aku menunggu sesorang yang berada entah dimana sekarang? Dia seorang pangeran di masa kecilku, yang membuat masa kecilku menjadi sangat berharga walaupun tuhan mempertemukan kita dalam waktu yang sangat singkat. Aku sering menanti senja di sebuah taman, dan ku ceritakan tentangku padanya. Senja.. Aku punya sebuah harapan kecil, Aku ingin bertemu dengannya sekali saja. Dan memastikan apa dia berubah saat ini ? Apakah dia merasakan apa yang aku rasa?
All Rights Reserved
#238
wattysaward
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • GRIZLEN {On Going}
  • Let Me Love You Longer
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The Immortal's Undoing
  • A Memory to Remember
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • KARINALTHA
  • Alur Kehidupan [REVISI]

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines