We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ASCENDANCY

ASCENDANCY

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 2, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Tagscampus
Bukan masalah conveks atau concave. Bukan pula perihal roll atau slide. Ini bahkan lebih rumit daripada materi Biomekanik yang menjadi idola dan legenda dalam semester pendek. Sara tidak tau kapan dimulai, yang ia sadari dirinya sudah terlanjur jatuh lantas tenggelam tetapi tidak kunjung lenyap. Pun, Barra yang tanpa sadar malah sudah menyelam begitu dalam tanpa tau caranya untuk kembali ke dasar. Rasa asing yang menyusup membuat keduanya terlena lantas terlupa pada tujuan awalnya. Mengikis ego hingga akhirnya terjerembab dalam palung paling berbahaya di dunia. Cinta. Satu-satunya hal yang katanya dapat mengguncang dunia. "Lo jangan sampe kepincut. Remember, ini cuman untuk penambahan massa untuk pemilihan nanti. Setelahnya we can kick her out, Barra." "Sara, satu-satunya cara supaya bisa ngejatuhin si brengsek Nanta adalah dengan membuat Kak Barra menang di pemira nanti. Persetan sama skandal, setelah lihat Nanta jadi sampah kita tinggal pergi. No baperness, kay?" -ASCENDANCY- #AMATIR.ALLERTS#
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • RAINBOW
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • ALONE
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • [BL] Sudden Omega
  • Leobra ✔️
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Dear, Mr. Duda
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines