Hujan Membuatku Rindu

Hujan Membuatku Rindu

  • WpView
    Reads 467
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 10, 2018
WpInfo
Non-Fiction
[EPISODE LENGKAP] Pernah dengar pepatah yang mengatakan, 'hujan pembawa rindu'? Sebelumnya aku tidak paham maksudnya, bahkan telingaku panas mendengar kata memuakkan semacam itu. Tapi, sejak aku melihatmu hari itu. Kamu merubahnya, segala spesikulasiku mengenai hujan. Hujan menyenangkan, it's fun when we try to feel it. ☔🌂. Cerita ini akan diupdate lima hari berturut-turut, untuk memenuhi persyaratan lomba April's Rainy Month Event (ARME) yang diselenggarakan oleh OA Woonie Graphic. So, tertarik untuk mengetahui kisah ini? Sit. And start reading.
All Rights Reserved
#7
armeshortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • TWENTY ONE [SELESAI]
  • [✓] Les ㅡ Park Woojin
  • Peluk Luka Hujan
  • 『 1 』 H ━ Hwang Minhyun✔
  • kimetsu no yaiba Muzan X Reader
  • Rainy Day (complete)

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines