Gokil Dad is Back!

Gokil Dad is Back!

  • WpView
    LECTURAS 191
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 27, 2017
WpInfo
No ficción
Yes! Gokil Dad akhirnya balik lagi setelah ngumpet sejak buku pertama terbit tahun 2009 lalu. Lalu, kemana aja gue selama ini? Niatnya sih, gue mau sadar dan insyaf untuk nggak berbuat gokil lagi. Gue mau jadi ayah yang baik-baik aja dan jadi tauladan buat Abith dan Rayya. Tapi ternyata, berbuat dodol itu bukan aja karena ada kesempatan, tapi karena emang sudah bawaan sejak orok! Niat untuk insyaf dan kembali ke jalan yang benar pun akhirnya hanya sekadar niat belaka. Ujung-ujungnya, tetep aja dudul dan narsis merajalela, dan anak-anak gue malah mulai ketularan virus gokilnya. Huwaaa .... boro-boro ngasih tauladan, yang ada malah bikin mereka makin kelilipan.
Todos los derechos reservados
#434
gokil
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Lelah | >Kaifang HIATUS
  • Baby Boy
  • Full Of Scratches
  • As Possible
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • About us (END)
  • Kepingan Kisah dalam Sejarah
  • Keluarga Kaizo dan Fang Yang Berkumpul Kembali

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido