chance

chance

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2019
Jagan pernah memberi harapan pada seseorang jika hanya ingin menyakiti perasaanya. Jagan pernah berfikir bahwa semua akan baik-baik saja karna dia tidak pernah marah atas perbuatan yang telah kau lakukan itu. Sekuat- kuatnya manusia pasti dia akan merasakan sakit yang amat dalam jika di perlakukan seperti itu terus menerus. Jadi bersikaplah "DEWASA", jika memang niatnya untuk bermain-main lebih baik pergi dan jangan kembali. Tapi jika memang ingin serius, jgan pernah bermain-main dengan yang namanya" PERASAAN"
All Rights Reserved
#195
kesempatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • SHE'S THE BEACON OF LIGHT
  • Our Emergency Calls
  • NEVER BE THE SAME
  • Perihal Sandwich(End)
  • Is It Home ?
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • TRUE LOVE
  • ONE MORE
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines