Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
chance

chance

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 13, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Jagan pernah memberi harapan pada seseorang jika hanya ingin menyakiti perasaanya. Jagan pernah berfikir bahwa semua akan baik-baik saja karna dia tidak pernah marah atas perbuatan yang telah kau lakukan itu. Sekuat- kuatnya manusia pasti dia akan merasakan sakit yang amat dalam jika di perlakukan seperti itu terus menerus. Jadi bersikaplah "DEWASA", jika memang niatnya untuk bermain-main lebih baik pergi dan jangan kembali. Tapi jika memang ingin serius, jgan pernah bermain-main dengan yang namanya" PERASAAN"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#414
kesempatan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Erlangga
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Is It Home ?
  • HE'S DIFFERENT FROM THE OTHER || SUNGJAKE (END)
  • 🅰🆁🅺🅰🅽🅰
  • NEVER BE THE SAME
  • RAKA
  • Our Emergency Calls
  • ONE MORE
  • Perihal Sandwich(End)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan