Matahari di Langit Senja

Matahari di Langit Senja

  • WpView
    Reads 1,446
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2017
WpInfo
Fanfic
. Sebuah fanfiction dari Novel Jingga dan Senja series-nya Esti Kinasih . . Kebijaksanaan pembaca diharapkan . * * * Dalam peradaban tatasurya tak kan pernah ada lebih dari satu matahari. Bilamana ada dua matahari berada dalam satu garis singgung yang sama, jelas saja itu berarti bencana ! Ari dan Tari. Tak hanya kesamaan nama. Lebih dari itu, mereka adalah matahari dan bayangan. Simbol keretakan yang samad serta kehancuran yang terpegari nyata. Saat pada akhirnya kedua sistem tata surya itu mampu mengatasi segala horor kelabu yang selalu disunggi sebagai beban, datang matahari ketiga.
All Rights Reserved
#3
estikinasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Chains of Devotion (WonJay)
  • Diary [COMPLETED]
  • Jingga Memang Untuk Matahari (Fanfiction Jingga dan Senja Series)
  • Two Souls, One Blood (SunWon/WonSun)
  • KEPERGIAN SENJA
  • LANGITKU BERWARNA KAMU
  • Senja dan Jingga
  • Bunga Mekar di Taman Sunyi ✔️
  • After Djingga (Completed)

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines