Skenario Pematah Hati

Skenario Pematah Hati

  • WpView
    Reads 6,853
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 21, 2018
"Skenario Pematah Hati" aku menamainya. Buku ini aku tulis berdasrkan kisah pengalaman pribadi maupun curhatan dari teman-teman tentang penolakan dan cinta yang gagal di tengah jalan. Berbagai cerita di dalamnya, berbagai wanita ikut terjamah alurnya. Berlembar-lembar cerita tentang aku dan kamu di masa lalu. Dimana aku terjatuh, dan mulai bangkit dengan dia yang baru. Semoga buku ini menjadi sebuah cermin untukmu tentang luka di masa lalu. Untukmu beberapa raga yang aku jabarkan dalam buku, terimakasih atas warna yang kau torehkan dalam goresan luka kehidupan. Jangan mengalamatkan rindu padaku, aku tak mampu menampungnya. Perihal luka tak apa, aku masih mampu merawatnya. Hati ini bukan rubrik, yang bisa kau selesaikan lalu kau tinggalkan. Hingga kau berpikir kau juara. Apapun yang kau lakukan semua akan menjadi kenangan, dan kenangan bagai semesta, akan tetap menua tak tahu kapan berakhirnya. Salam Hangat, wahyu.pdf @aleniakosong
All Rights Reserved
#44
indie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • FIZYA
  • 00.00
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Tulisan Sastra✔
  • Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • SCHOOL DEATH (END)

{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN} "Karel, kamu sudah makan? "Peduli banget gue udah makan apa enggak," "Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue" "Kamu harus makan," "Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi" "Mau lo apasih? Hah?," "Terserah gue makan apa enggak, gak ngaruh ke elo, gue sakit apa enggak itu bukan urusan lo" "Jelas itu urusan aku, aku gak mau kamu sakit" "Lo suka gue?" "Kalau iya kenapa?" "Jauhin perasaan lo, karena sampai kapan pun lo akan selalu sama dimata gue," "Pembunuh!" *** Mungkin dari sekian cerita yang ada, ceritaku ini tak sebanding dengan cerita lainnya. tapi jujur ini aku mendalami banget biar suasana hati para tokohnya nyampai ke kalian juga hehehe. Mau tau kisah mereka? yuk mampir siapa tahu nambah. Baca Prolognya aja dulu. Kalau gak suka dimohon dengan hormat buat meninggalkan lapak ini. Menarik? monggo di baca gak ngurangin rasa hormat saya ke kalian :) Plagiat tidak diperbolehkan karena hak cipta dilindungi undang-undang. Ditulis : 14 Agustus 2021 Publis : 3 Januari 2022 End : 21 Oktober 2025 Cover by @Pinterest Edit by me

More details
WpActionLinkContent Guidelines