Skenario Pematah Hati

Skenario Pematah Hati

  • WpView
    Reads 6,857
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Skenario Pematah Hati" aku menamainya. Buku ini aku tulis berdasrkan kisah pengalaman pribadi maupun curhatan dari teman-teman tentang penolakan dan cinta yang gagal di tengah jalan. Berbagai cerita di dalamnya, berbagai wanita ikut terjamah alurnya. Berlembar-lembar cerita tentang aku dan kamu di masa lalu. Dimana aku terjatuh, dan mulai bangkit dengan dia yang baru. Semoga buku ini menjadi sebuah cermin untukmu tentang luka di masa lalu. Untukmu beberapa raga yang aku jabarkan dalam buku, terimakasih atas warna yang kau torehkan dalam goresan luka kehidupan. Jangan mengalamatkan rindu padaku, aku tak mampu menampungnya. Perihal luka tak apa, aku masih mampu merawatnya. Hati ini bukan rubrik, yang bisa kau selesaikan lalu kau tinggalkan. Hingga kau berpikir kau juara. Apapun yang kau lakukan semua akan menjadi kenangan, dan kenangan bagai semesta, akan tetap menua tak tahu kapan berakhirnya. Salam Hangat, wahyu.pdf @aleniakosong
All Rights Reserved
#15
books
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulisan Sastra✔
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • FIZYA
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SCHOOL DEATH (END)
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • 00.00

[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines