Here I Am

Here I Am

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
"Kamu merasakannya. Kamu merasakan kehadiranku, benar begitu kan?" Tatapan tajam dan dinginnya menusuk mataku, aku memanglingkan wajahku dan berusaha untuk kabur, tapi terlambat karena tangannya sudah meraih bahuku dan memeluk pinggangku dari belakang. Aku terkejut seraya berusaha melepaskan pelukannya tapi sia-sia. "Aku tidak mengenal dirimu.. Kumohon, lepaskan aku." pintaku tanpa berani menoleh kebelakang karena wajahnya tepat berada dibelakang telingaku. Dia berbisik dengan suara paraunya "Jangan mengelak, kumohon. Karena aku akan selalu berusaha membuatmu sadar, bahwa yang kamu rasakan sekarang itu adalah nyata." "Apa maksudmu? A-aku tidak mengerti." "Kamu.. menginginkanku." Bisiknya dengan penuh perasaan sambil mengecup telingaku dalam. Seketika tubuhku merasakan ada desiran aneh yang sekarang sedang berputar-putar di perutku. Aku berusaha menjernihkan pikiranku yang sepertinya gagal karena seketika aku merasakan sebuah benda kenyal tengah melumat bibirku.
All Rights Reserved
#89
america
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jane [OPEN PO]
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • Standing with the Mask
  • Cuddling Myself
  • How We Fix Sorrow ✅
  • [Badass #1] Mafia's Little Angel ✔
  • Like The Angel
  • Ossesione Alymer ( SELESAI )
  • 244 Days to Hurt You

"Aku tak tahu apa yang telah kau perbuat padaku, saat kau mengirimku surat pertemuan wawancara kita, aku langsung tertarik mencari data dirimu. Kata-kata mu yang terlalu irit selalu saja membuatku bertanya pada diriku sendiri. Jane, tolong katakan apa kau merasakan hal yang sama?" Tidak. Aku pasti sedang bermimpi. Tak mungkin seorang pria berusia tigapuluhdua tahun yang tampan dan sukses sepertinya menyukaiku. Aku hanya seorang gadis tujuhbelastahun yang berwajah kampungan, bertubuh gempal dan berpenampilan udik. Sungguh, mataku saja tak pantas menatap mata jernihnya. Bagaimana bisa semua ini nyata? "Tidak, aku tak bisa mempercayaimu." aku memilih mengelak daripada aku harus terluka. [18+]

More details
WpActionLinkContent Guidelines