Lady in Bed

Lady in Bed

  • WpView
    Reads 55,600
  • WpVote
    Votes 808
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 28, 2017
"Rheina ngambek lagi dan aku sendiri cukup stres untuk menghadapi dia. Kiara juga lagi diemin aku", Arga menghembuskan nafas kesal di sampingku. "Kamu jangan ikutan ngerajuk juga ya?", tiba-tiba Arga menatap mataku dalam sambil mengangkat daguku. *** Menjadi 'konsultan hubungan percintaan' bukanlah keinginanku. Atas nama 'tidak sengaja' aku dan dia dan dia tenggelam dalam hubungan yang cukup memusingkan. Sejauh ini, masih belum ada jalan keluar untuk menjadikan semuanya tampak normal. *** "Aku kan gak bakal ganggu kamu kalau bukan kamu yang duluan gangguin aku. Lagian, besok Braga udah pulang dari Macau. Kita memang harus jaga jarak", aku mengedipkan sebelah mataku sebelum kembali memeluk Arga di balik selimut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • 𝑮𝒊𝒓𝒍𝒇𝒓𝒊𝒆𝒏𝒅 𝑻𝒆𝒏 𝑫𝒂𝒚𝒔  //*selesai
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • TENTANG SEPASANG
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • MORALLESS
  • RHAYA 2 ~ever after~
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Say You Won't Let Go a.k.a (I Love You 2) COMPLETED

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines