Lady in Bed

Lady in Bed

  • WpView
    MGA BUMASA 55,593
  • WpVote
    Mga Boto 808
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Jul 28, 2017
"Rheina ngambek lagi dan aku sendiri cukup stres untuk menghadapi dia. Kiara juga lagi diemin aku", Arga menghembuskan nafas kesal di sampingku. "Kamu jangan ikutan ngerajuk juga ya?", tiba-tiba Arga menatap mataku dalam sambil mengangkat daguku. *** Menjadi 'konsultan hubungan percintaan' bukanlah keinginanku. Atas nama 'tidak sengaja' aku dan dia dan dia tenggelam dalam hubungan yang cukup memusingkan. Sejauh ini, masih belum ada jalan keluar untuk menjadikan semuanya tampak normal. *** "Aku kan gak bakal ganggu kamu kalau bukan kamu yang duluan gangguin aku. Lagian, besok Braga udah pulang dari Macau. Kita memang harus jaga jarak", aku mengedipkan sebelah mataku sebelum kembali memeluk Arga di balik selimut.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • TENTANG SEPASANG
  • MORALLESS
  • BarraKilla
  • Black Rose
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • RHAYA 2 ~ever after~
  • Listen to Your Heart
  • 𝑮𝒊𝒓𝒍𝒇𝒓𝒊𝒆𝒏𝒅 𝑻𝒆𝒏 𝑫𝒂𝒚𝒔  //*selesai
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1

(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman