My Choice Is You

My Choice Is You

  • WpView
    LECTURAS 518
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 9, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Jika tak ingin sakit hati, tak perlu kau berharap datangnya cinta. Jika tak ingin rasamu dikecewakan tak perlu kau mencoba mencintai. Cinta ? Pasti kan ada sakit, dimana hatimu seperti dikoyak taring harimau lalu ditetesi air garam. Perih menyiksa dan begitu membuatmu ingin mati. Pasti kan ada kecewa, dimana seluruh hal yang berkelana dipikiranmu tak seperti apa yang ada di depan matamu. Sehingga kau bertanya kenapa dunia tega hingga tak berpihak kepadamu? Tapi... Jika kau tetap bertahan untuk menjalaninya, percayalah akan ada bahagia atas nama cinta. Daurrel Damarrion
Todos los derechos reservados
#824
model
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • Tubuhku Milik Bosku (PDF)
  • Mr. Right
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • [End] Behind The Color
  • Sweet But Psycho [LENGKAP]
  • Sekeping Cinta Lara
  • Hebe

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido