We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Oriana Pero

Oriana Pero

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kejadian memang lewat begitu saja, namun tidak dengan lukanya. Membekas, lama. Pola asuh Austin pada Nadin selama ini, membuat Nadin mengidap obsessive compulsive personality disorder atau biasa disebut OCPD. Yakni kondisi dimana penderitanya memiliki kepribadian perfeksionis dan terobsesi dengan kesempurnaan dalam semua aspek hidupnya. Sejak kecil, Nadin seolah dituntut menjadi malaikat oleh Austin. Tiap kali menuai prestasi, tak pernah dipuji. Sedangkan jika berbuat salah, dihukum sepuas hati. Austin lupa bahwa Nadin juga manusia, sama seperti dirinya. Bahkan Vony pun tak sanggup menghentikan perlakuan Austin, hingga lambat laun Vony justru terbawa dengan pola asuh yang dilakukan Austin terhadap Nadin. Anehnya, pola asuh tersebut tidak berlaku pada Olive, adik Nadin. Ia selalu dimanja dan bebas melakukan apa yang ia suka. Jauh dari kekangan apalagi hukuman. Padahal, jika dibandingkan dengan Nadin, tentu Nadin jauh lebih baik dalam segala hal. Kondisi mencekam yang menimpanya selama belasan tahun membuat Nadin depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. Namun Tuhan berkehendak lain, perlahan namun pasti, Nadin berhasil memecahkan teka-teki dalam hidupnya dan bangkit dari keterpurukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H I D D E N
  • 7 Seconds
  • ABOUT KENTA [Telah Terbit]
  • Nadi Membenci Hati
  • Jejak Luka, Jejak Cinta (TAMAT)
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • POISONED LOVE
  • Coffe Shop
  • RAYENDRA
  • Boo&Ay [TAMAT]

Bertahun-tahun tahun lalu, Nadin dan Aksa adalah teman sepermainan. Tinggal bersebelahan membuat mereka akrab satu sama lain. Aksa sering sekali mengajak Nadin bermain sepulang sekolah. Hingga pada suatu sore, mereka bermain petak umpet dan Aksa tidak sengaja meninggalkan Nadin sendirian. Nadin yang masih berusia empat tahun hanya bisa meringkuk di balik semak-semak yang gelap dan banyak serangga. Ia takut, tapi ia masih setia menunggu dan mengharapkan Aksa menemukannya. Namun waktu berlalu, langit semakin temaram, dan Aksa belum juga menemukannya. Nadin kecil menangis, ia takut sendirian, ia takut kegelapan, tangannya juga sakit karena digigit laba-laba, namun ia enggan bersuara, sampai ia pingsan karena kedinginan, Aksa tidak juga menemukannya. Tahun-tahun berlalu, mereka bertemu kembali sebagai dua orang yang tidak saling kenal, namun masih menyimpan memori itu dalam pikiran masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines