We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
2 FACE, LIGHT AND DARK

2 FACE, LIGHT AND DARK

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ini Twin The Series (TTS) karya ke-2 saya. "Ini do.. Ini re... Ini mi... Ini fa... Ini sol... Ini la.... Dan, ini si.." Sandy tersenyum mendengarkan suara lantunan piano yang ia sentuh. "Apa kamu mau memainkan musik tadi?" "Apa kamu suka? Ini judulnya Serenade. Apa kamu pernah dengar? "Belum." Sandy menggelengkan kepalanya "Mamaku suka sekali musik ini. Dia bilang serenade merupakan musik untuk orang yang spesial dihati kita. Mama bilang suatu saat jika kamu menyukai seseorang mainkan lah musik ini untuknya." Anak itu tersenyum meskipun tak terlihat bagi Sandy. - "Iya. Iya, nek. Kali ini Andy ikut kencan buta yang Nenek siapkan. Sekarang wanita seperti apa lagi yang akan muncul dalam kencan kali ini." Gumamnya. "Kamu rencananya akan kembali ke jakarta. Kebetulan wanita itu sedang di Jakarta. Alamat pertemuan kalian akan Nenek smskan padamu. Ingat, kali ini kamu harus berhasil dan bisa menjadikan dia pacar kamu dan kalau bisa jadikan ia istrimu, kamu mengerti?" - "Maaf" suara Alex terasa serak. "PERGIIII" Wanita itu berteriak sembari memukul segala arah. Tongkatnya mengenai pelipis kiri Alex sehingga terluka. Alex hanya bisa terdiam terpaku setelah mendengarkan teriakan gadis itu. Gadis itu pergi, Alex berusaha untuk memanggilnya agar jangan pergi. Dia memohon. - " Aku akan kebandara hari ini. Pesawatku berangkat jam 5 sore. Kamu jemput, ya?" " Aku tinggal di apartemen Kamu, ya?" " Kamu sedang apa? " Oh, andy. Saudara yang kamu benci itu." "Aku di minta Mama untuk kencan buta, padahal aku tidak suka" "Nona, semua barangnya sudah Bibi kemas. " suara ibu-ibu menghentikan pembicaraan Santy. - - - Aku buta tapi hatiku seperti cahaya menerangi hidupku- Sandy. Aku membenci wajah ini. Semua karena wajah ini. ini semua karena dia. Aku akan membunuhnya- Santy
All Rights Reserved
#89
tts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Amor Almira
  • Brothers
  • confused love
  • My Lovely Brother
  • Jendral Bening
  • TBS [2] : Bad Twins
  • ALZEA
  • Stevy & Steve
  • || Study For You || End ✔

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines