Story cover for 2 FACE, LIGHT AND DARK by EndraPanreski
2 FACE, LIGHT AND DARK
  • WpView
    LECTURAS 152
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 152
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado jul 29, 2017
Ini Twin The Series (TTS) karya ke-2 saya. 

"Ini do.. Ini re... Ini mi... Ini fa... Ini sol... Ini la.... Dan, ini si.." Sandy tersenyum mendengarkan suara lantunan piano yang ia sentuh. 
"Apa kamu mau memainkan musik tadi?" 
"Apa kamu suka? Ini judulnya Serenade. Apa kamu pernah dengar?
"Belum." Sandy menggelengkan kepalanya
"Mamaku suka sekali musik ini. Dia bilang serenade merupakan musik untuk orang yang spesial dihati kita. Mama bilang suatu saat jika kamu menyukai seseorang mainkan lah musik ini untuknya." Anak itu tersenyum meskipun tak terlihat bagi Sandy.

-
"Iya. Iya, nek. Kali ini Andy ikut kencan buta yang Nenek siapkan. Sekarang wanita seperti apa lagi yang akan muncul dalam kencan kali ini."  Gumamnya. 
"Kamu rencananya akan kembali ke jakarta. Kebetulan wanita itu sedang di Jakarta. Alamat pertemuan kalian akan Nenek smskan padamu. Ingat, kali ini kamu harus berhasil dan bisa menjadikan dia pacar kamu dan kalau bisa jadikan ia istrimu, kamu mengerti?"
-
"Maaf" suara Alex terasa serak. 
"PERGIIII"
Wanita itu berteriak sembari memukul segala arah. Tongkatnya mengenai pelipis kiri Alex sehingga terluka. Alex hanya bisa terdiam terpaku setelah mendengarkan teriakan gadis itu. Gadis itu pergi, Alex berusaha untuk memanggilnya agar jangan pergi. Dia memohon. 

-
" Aku akan kebandara hari ini. Pesawatku berangkat jam 5 sore. Kamu jemput, ya?" 
" Aku tinggal di apartemen Kamu, ya?" 
" Kamu sedang apa?
" Oh, andy.  Saudara yang kamu benci itu."
"Aku di minta Mama untuk kencan buta, padahal aku tidak suka"
"Nona, semua barangnya sudah Bibi kemas. " suara ibu-ibu menghentikan pembicaraan Santy. 
-
-
-


Aku buta tapi hatiku seperti cahaya menerangi hidupku- Sandy. 
Aku membenci wajah ini. Semua karena wajah ini. ini semua karena dia. Aku akan membunuhnya- Santy
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir 2 FACE, LIGHT AND DARK a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#158twin
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Devil in Your (ANGGARANTA) de dianashevy05
76 partes Concluida
[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]
Amor Almira de ZuwitaArcen
35 partes Concluida
Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Devil in Your (ANGGARANTA) cover
Amor Almira cover
Arsyilazka cover
Stevy & Steve cover
Anggrek api dan Mata ketiga cover
ALZEA (TERBIT)  cover
My Lovely Brother cover
MIRAH [END] cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Dear Lovely Brother Kenan [SUDAH TERBIT] cover

Devil in Your (ANGGARANTA)

76 partes Concluida

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]