JANJI (HIATUS)

JANJI (HIATUS)

  • WpView
    Reads 856
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
Perfect cover by : @Dewialstr #23 - Janji (15 - 06 - 2018) --- Katanya cinta sejati itu ada. Katanya kesetiaan itu ada. Katanya pasti ada akhir bahagia dari semua kisah cinta. Bolehkah aku bertanya, kenapa sampai sekarang aku tidak mendapat tiga hal tersebut? Apa kesalahanku di kehidupan ku yang dulu, sehingga aku terjebak dalam kesederhanaan yang menjadi rumit? Dulu saat pertama, dia bilang padaku begini, 'Kalau ada yang membuat kamu sedih, pukul saja dia sampai dia juga merasakan kesedihan dan rasa sakit kamu.' Kemarin, sudah lama sebenarnya, kamu membuatku sedih. Kamu menyakitiku. Apa aku harus memukul mu? Di tengah jalan kisah kita, kamu bilang, tunggu... -- bukan tengah sepertinya namun akhir. Iya, akhir buatmu. Tapi tidak untukku. Aku tidak mau ini berakhir. 'Sepertinya ini harus diakhiri.' Itu katamu. Aku diam. Lalu kamu lanjut bicara. 'Ku mohon jangan bersedih. Kita pasti menemukan kebahagiaan lagi nantinya.' Kita katamu? Kurasa hanya kamu yang akan menemukan kebahagiaan dan aku tidak. Karena setelah itu, aku layak disebut gadis tanpa kehidupan. Aku hampa, aku kosong, semua karena aku disini, tanpamu. Aku masih diam. Berusaha agar air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mataku tidak jatuh. Lalu kamu mengucapkan satu kalimat lagi. 'Aku minta maaf.' Aku tidak memaafkan mu. Bahkan sampai saat ini. Aku tidak peduli. Aku tidak akan memaafkanmu. Aku marah. Aku kecewa. Aku jatuh. Dan itu karenamu! Dan setelah itu kamu pergi. Hilang. Tidak terlihat. Dan mungkin saat ini sudah bahagia. Dan aku sampai dibaris terakhir kertas ini. Dengan kamu yang sudah pergi. Aku yang sendiri. Dan kertas yang ikut merasakan air mataku saat aku menulis ini. Pergilah, aku akan berusaha baik-baik saja. Walau aku tahu, aku tidak akan pernah merasa baik-baik saja. Berbahagialah. Aku membencimu sejak itu, sangat benci, dan itu karena aku mencintaimu. --- Cerita ini memang tidak semenarik cerita lainnya, but please! Don't copy my story! Ndrita_ --- Start, Sab 26 Mei 2018.
All Rights Reserved
#3
karyaanakindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Evando&Seraphine [END]
  • Delayed happiness
  • Broken
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • My Duchess / End
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • Cahaya [COMPLETED]

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines