Mimpi Aluna

Mimpi Aluna

  • WpView
    Leituras 139
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, set 8, 2017
Perkenalkan namaku Aluna. Aluna Nathania Winata. Sekilas jika dilihat dari luar. Aku seperti kebanyakan remaja yg berusia 16 tahun lainnya. Tetapi,apalah dayaku. Aku hanyalah remaja yang penyakitan yang hanya dapat bertahan hidup dengan obat-obatan dan check up medical yang ku lakukan setiap minggu. Ya benar,aku menderita penyakit jantung bawaan. Penyakit yang membatasi segala aktivitasku.Penyakit yang merenggut waktu yang seharusnya ku gunakan untuk bermain bersama teman-teman lainnya.Penyakit yang selalu menyiksaku setiap waktu. Penyakit yang membuat semua orang menatapku dengan tatapan kasihan. Aku tidak suka semua orang menatapku dengan tatapan kasihan.Tapi apa yang harus ku lakukan.Inilah resiko yang harus dihadapi oleh Aluna yang penyakitan. Hanya satu pintaku Tuhan . Izinkan aku melihat senyuman diwajah semua orang yang kusayangi.Selama ini yang kulihat hanyalah rasa kekhawatiran dan rasa kasihan di raut wajah mereka. Kali ini izinkan aku menjadi pemberian tuhan yg cantik seperi arti namaku.Bukan pemberian yang hanya menyusahkan dan membuat kesedihan. Setelah itu aku ikhlas. Jika kau ingin menjemputku untuk kembali padamu . Baiklah... Tapi berjanjilah akan membuat impianku ini menjadi sebuah kenyataan. - Aluna Nathania-
Todos os Direitos Reservados
#427
classic
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Petrichor
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Let Me Love You Longer
  • Let Me Gone [Completed]
  • CLOSER
  • FIZYA
  • Aluna [SUDAH TERBIT]
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • I'm okay (END)
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo