CATATAN si Pluviophile

CATATAN si Pluviophile

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 30, 2017
DAN CATATAN ITU, DIBUKA KEMBALI. Nama gue Milan Rintikasari, biasa dipanggil Milan atau Rintik, asal jangan panggil gue Mawar; gue bukan penjual bakso berboraks. Hehe. Gue dua bersaudara, punya kakak laki-laki yang bernama Vio Derasatu. Kata Ibu dan Ayah gue, nama kita mempunyai filosofi. Hmm. Milan, Ayah suka banget sama club sepak bola AC Milan. Akhirnya, ketika gue berojol ke dunia gue-lah yang kena imbas nama ini. Hehe. Kalau rintikasari, Ibu gue yang buat. Kata Ibu, pada saat Ibu gue ingin melahirkan, kondisinya lagi hujan. Belum deras, hanya rintik-rintik aja. Alhasil, Ibu mengaplikasikan kata kedua dalam nama gue. Kalau sari, itu tambahan karena gue lahir di RS Sari Asih. Hehe. Kelak, kata Ibu dan Ayah; gue akan mencintai rintik-rintik hujan. Karena kata Ayah, mereka (Ibu dan Ayah) bertemu karena rintik-rintik hujan. Hehe. Soswiiiit. Nah.. Sekarang kak Vio. Vio adalah singkatan dari Pluviophile; kata Ayah-Ibu itu sebutan nama untuk orang-orang pencinta hujan, termasuk mereka. Kun Fayakun, jadilah namanya Vio. Derasatu, untuk nama yang satu ini gue agak asing. Aneh pula pas dengarnya. Nama kok Derasatu, pikir gue. Ayah dan Ibu menjelaskan. Pada waktu kakak gue lahir, kondisinya lagi hujan. Deras banget. Maka dari itu namanya ada kata 'deras' dan kalau 'satu' memang dia anak ke-satu. Disambung. Hmm, nama yang aneh. Hehe. Rintiknya gue itu setetes air hujan yang jatuh ke bumi, minim; adik. Derasnya kak Vio itu, banyaknya air yang jatuh ke bumi, maksim; kakak. Kapasitas air hujan yang jatuh, dari rintik menjadi deras. Itulah kami, dua bersaudara pencinta hujan yang berasal dari kalangan hujan. Hmm. Terkadang.. Eh sering maksudnya.. Gue terkagum-kagum dengan hujan yang Ayah dan Ibu selalu ceritakan. Mereka dipertemukan saat hujan dan mempunyai anak kala hujan membasahi bumi. Dari cerita Ayah dan Ibu-lah, mengapa gue mencintai hujan? Karen hujan memang pembawa berkah bagi keluarga kami. Bukan kami aja, tapi semua orang. Bagi yang memahaminya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
pluviophile
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Forever With Rain.
  • Gadis Hujan
  • Pluviophile [END]
  • She Pluviophile
  • PLUVIOPHILE || The Reason I Like Rain? [ON GOING]
  • Gadis Cuaca
  • √Fate (Dark blood) - Bromance Sungjake Ft Enhypen
  • Until The End Of Story

Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan