Cowok sering bolos, sering terlambat sekolah, lupa membawa buku, tapi pintar, sangat pintar, pintar berdebat dengan guru contohnya, dia juga Kapten Basket disekolahnya, karena bakatnya dibidang olahraga. Aksan Pirameza juga sangat ramah, tapi disaat tertentu, Aksan bisa cuek bebek. Zara Alfira, yang sangat, sangat tidak menyukai Aksan dengan sikapnya, Zara akui Aksan lumayan tampan, tapi karena sikapnya yang seperti itu, membuat ketampanan Aksan hilang. Sekaligus, Zara lah yang sangat Aksan sukai. Aksan memperjuangkan cinta nya itu pada Zara, tapi Zara tidak peduli. Bukan tidak peduli juga, tapi menurut Aksan, Zara cewek tidak peka.
"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue."
.....
Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal.
Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka.
Lebih baik?
Abang pertama punya pacar cowok.
Abang kedua suka ngedugem.
Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama.
Abang keempat suka balap liar.
Lebih baik dari mananya?
........
Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari.
"Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea
"Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa