Februari dan Juni - [ R E V I S I ]

Februari dan Juni - [ R E V I S I ]

  • WpView
    Reads 3,544
  • WpVote
    Votes 549
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 12, 2017
[ r e v i s i s e m u l a a w a l : sebagian besar isi sedang dirombak ] Juni, saat bertemu untuk pertama kali di rumah sakit saat sore menjelang hujan, aku tertegun. Sebab kutemukan kelam dan sendu yang sama di matamu. Perasaan ingin membumikan diri, namun gagal dan berakhir di sana. Lalu di rintik yang entah keberapa, kita berteman. Pertemanan antara dua orang remaja awal yang seharusnya bahagia dan tidak memilih mati sebagai cara paling pintas. Kita saling menceritakan, agar tidak ada rahasia. Sayang sekali, karena kita dan rahasia sepertinya satu paket. Aku minta maaf, masih ada yang kusembunyikan. Maaf, Juni. *** Ari, tidak ada perempuan setelah mama dan oma juga Ros yang kucintai selain kamu. Perempuan yang katanya membenci hujan, padahal wajahnya selalu cerah bila terbasuh rintik hujan. Seandainya saja rahasia-rahasia menyebalkan ini tidak ada, aku hanya ingin kisah kita sederhana. Sesederhana kamu yang seharusnya jujur untuk mengakui bila hujan bukanlah sesuatu hal yang kamu benci atau sesederhana menyampaikan pesan kepada api sebelum yang tersisa hanya abu. Kamu harus berhenti meminta maaf, karena seseorang yang tidak bersalah tidak patut untuk meminta maaf. Terlebih kepadaku. Maaf, Ari.
All Rights Reserved
#18
juni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Jangan Datang Hujan (TERBIT)
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • Dalam Rintik yang Sama
  • ARGIAN [ON GOING]
  • Peluk Luka Hujan
  • Ilusi

Kata orang hujan itu pengantar rindu, namun kata pangeran hujan sendiri, hujan itu adalah pengantar kita pada sosok yang dirindu pada temu. Dengan tampang polos Tiara percaya pada ucapan Arka-sipangeran hujan sebelum dia benar-benar pergi meninggalkannya. Namun rasa percayanya itu seakan luntur saat setiap kali dia bertemu hujan namun tak juga bertemu Arka. Dia rasa Arka berbohong kepadanya, benar kata orang, Hujan itu penghantar rindu, bukan pengantar sosok rindu pada temu. Tiara tersenyum miris seraya bermelodi, " kata kamu kita akan bertemu diantara rinai hujan, tapi kenapa sampai sekarang kau belum juga datang? " ujar Tiara membatin, mengedarkan pandangnya pada jalan yang lengang. "Apa kita akan bertemu? " ucapnya saat didapatinya masing-masing raut wajah diantara hujan. Apa Tiara akan bertemu dengan Arka? Simak ceritanya berikut ini... Hallo guys, ini kisah bahasa rindu yang baru, sengaja tak ubah judulnya karena gak semua bagian itu selalu rindu semoga kalian suka 😍 I love you all the readers 😘 tertanda umisa graphein. sinopsis masih di jalan, ini cuma sepenggal kisah

More details
WpActionLinkContent Guidelines