ESPRESSO [ON HOLD]

ESPRESSO [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 15, 2019
Banyak yang bilang bahwa hidup yang dijalani oleh Qiara terlampau mulus. Orang tuanya kaya, termasuk murid yang pintar, parasnya cantik, dan katanya piala di rumahnya sangat banyak hingga menghabiskan 2 buah lemari yang besar. Namun, dibalik kehidupannya yang warna-warni ada kisah yang berwarna hitam yang tak bisa hilang. "Aku berusaha untuk melupakan itu, but it seems that I have failed." Ada satu orang yang bernama Quinton Alano, hidupnya pun tak jauh beda dengan Qiara. Ia adalah bintang sekolah, tiga tahun dalam hidupnya dibanjiri oleh gosip yang belum tentu kebenarannya. Meskipun begitu, ia membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar dengan segudang prestasi yang dimilikinya. "I'm the man of the match." aarinata, 2017
All Rights Reserved
#79
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • GALANG [SELESAI]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • GASA [end]
  • Pesan Dari Athena
  • Elang L Cavanix ( END )
  • ALAN ✔
  • Limerence
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Good or Bad?

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines