One Hour [COMPLETED]

One Hour [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 75,584
  • WpVote
    Stimmen 3,208
  • WpPart
    Teile 14
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Sep. 21, 2017
WpInfo
Belletristik
Romantik
Aku mohon. Berbagilah rasa sakit denganku. 1 jam. Hanya 1 jam saja. Selamilah keperihan yang kurasakan. Aku mencintainya, ia mencintaiku. Aku menyayanginya, ia menyayangiku. Aku ingin menikah dengannya, menghabiskan waktuku bersamanya. Namun ia menikah dengan orang lain, dan akan menghabiskan waktu bersama orang lain. Di hadapanku, aku menyaksikan sebuah pernikahan. Ia adalah lelaki yang selalu kudamba, beserta seorang wanita yang dahulu mengkhianatinya. Mereka mengenakan pakaian pengantin-putih, bersih. Ingin sekali kulumuri pakaian mereka dengan merah darah. Darahku. Meneteskan di setiap senti gaun pengantinnya, hingga darahku menangkup penuh gaun itu. Tanpa sisa. Namun aku tersadar, aku tak bisa melakukan hal itu. Karena aku mencintainya, lelaki yang sekarang sedang mengucap janji setia bersama orang lain. Maka dari itu, aku mohon, berbagilah rasa sakit denganku selama 1 jam. Tidak lebih. Aku janji. (update 2x seminggu)
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • HURT (TERBIT)
  • Narasi patah hati
  • Restore Me | TAMAT✔
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • The Affair ended Beautifull (End)
  • Bittersweet Love

Apa yang para perempuan pikirkan saat meninggalkan gue menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya? Dua kali, gue dikecewakan. Gue tidak pantas? Iman belum kuat? Gue bukan calon nahkoda yang cocok bagi bahtera rumah tangga mereka? Yang pertama, bisa termaafkan. Tapi tidak yang kedua. Dia semena-mena memberi undangan, di saat gue sedang gencar-gencarnya memperbaiki diri. Mengejar ketertinggalan dari apa yang telah dipeluknya sejak lahir. Sekarang, kami dipertemukan dalam kesempatan baru yang menurut gue ini bakal mustahil. Enggak! Bukan mustahil! Tapi gue punya harga diri untuk nggak akan mengemis-emis cinta lagi darinya! (Spin off Heart & Vein. Kisah Arteria Zicco dan ...)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien