SECANGKIR KOPI SANTRI

SECANGKIR KOPI SANTRI

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 31, 2017
Bukan melulu soal kehidupan agamis. Namun, juga menyorot seputar keadaan sekitar dari sudut pandang berbeda. Obi, seorang gadis yang hijrah bersama ibunya, tinggal di area pesantren sejak SMP hingga kini bekerja di pabrik kayu lapis. Obi bukan penikmat kopi, tapi dia mampu membuat kopi tubruk yang memikat, berkat seorang pangeran tampan berkopyah dan sarung addict, salah satu santri pecandu kopi.
All Rights Reserved
#124
ngaji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • Why Should We Meet? [END]
  • Aroma Kopi Sempurnakan Lukisan Hati ( TAMAT)
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • JODOH    (selesai) ✅
  • Cinta dan Strata (REPOST)
  • Suamiku fiksi
  • FOREVER YOURS REGARDLESS
  • Cahaya Setelah Gelap (On Going)
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)

Gue udah kerja di PT Malfoy Corp ini hampir lima tahun. Dari mulai nyapu lantai, buang sampah, sampai bikin kopi buat para petinggi perusahaan, semuanya gue lakuin dengan hati yang... yah, biasa aja sih. Bukan yang sepenuh hati banget, tapi juga bukan yang males-malesan. Hidup gue tenang, santai, nggak ada drama. Sampai hari sial itu datang. Gue lagi bawa nampan kopi buat meeting besar di ruang CEO. Semuanya masih aman terkendali, sampai tiba-tiba gue kepleset karena kabel charger yang menjulur di lantai. Dalam hitungan detik, kopi panas di tangan gue terlempar ke udara dan brak! Tumpah tepat di jas mahal warna abu-abu milik Mr. Draco Malfoy. Lo tau nggak siapa Mr. Draco? Dia bukan cuma CEO PT Malfoy Corp, tapi juga the coldest boss ever. Wajahnya flat, suaranya tajem, dan sikapnya? Jangan ditanya. Dia tuh tipe bos yang nggak ragu buat fire karyawan hanya karena kesalahan kecil. Bahkan, dia punya aturan absurd di perusahaan ini: "No Office Romance" alias karyawan dilarang keras pacaran sama rekan kerja. Dan sekarang? Gue baru aja bikin baju doi basah kuyup. Gue langsung membeku di tempat, otak gue nge-freeze, tangan gemetar sambil masih megang nampan kosong. Semua orang di ruangan juga pada diem. Bahkan, Pak Antoni dari divisi keuangan yang biasanya nggak pernah bisa diem pun tiba-tiba jadi patung lilin. Mata abu-abu tajem milik Mr. Draco langsung ngelock ke gue. "Potter." Suaranya rendah, tapi bikin bulu kuduk gue berdiri. "What. The. Hell." Gue otomatis refleks nunduk dalam-dalam. "S-sorry, Mr. Draco. Gue nggak sengaja, sumpah! Kabelnya-" "Keluar." Gue nggak bisa ngelawan. Dengan kepala masih nunduk, gue langsung jalan mundur, keluar dari ruangan sambil nahan napas. Tapi sebelum pintu ketutup, gue sempat ngeliat ekspresi Mr. Draco yang... aneh. Bukan marah, tapi lebih ke... mikirin sesuatu. Dan di hari itu, gue nggak tau kalau insiden kopi ini bakal ngerubah hidup gue selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines