ESTRELLA

ESTRELLA

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 5, 2017
"Lo itu Bener-bener Bego tahu gak?!" Pekik gadis itu garang dengan hidung nya yang mengkerut kesal "Gue tahu" ucap si lelaki dengan santai sambil memasukan tangan ke kantung saku celana abu-abu nya yang terlihat sudah belel. "Maksud Lo Apaan si?" Tanya sang gadis dengan nada yang tak santai "Tentu saja gue tahu kalau gue ini bodoh, karena bisa-bisanya sayang sama cewek galak kaya lo" Ucapan lelaki tersebut kontan membuat mata gadis itu terbelakak karena terkejut dan tak percaya. Dan, yang benar saja! ini lapangan sekolah! Kenapa lelaki gila itu harus berbicara seperti itu disini? batin si gadis berteriak kesal "Kita memang terlalu berbeda, lo adalah bintang di langit, sedangkan gue hanyalah kupu-kupu di bumi. Tapi percayalah, kupu-kupu bumi ini akan berusaha sangat keras agar dapat terbang sampai mencapai bintang." ucap lelaki itu lagi dengan wajah nya yang serius membuat gadis galak itu bungkam. Tanpa kata, gadis tersebut pergi meninggalkan lelaki itu yang masih tersenyum menatap gadis itu. bukan senyum kecut atau senyum miris yang dia perlihatkan, malahan si lelaki memberi senyum tulus di tempatnya. Tatapan lelaki itu terus terfokus pada punggung kecil gadis tersebut yang terlihat semakin jauh. 'Aku tak akan menyerah' batinnya
All Rights Reserved
#15
beautifulgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Oh Dev !
  • Love Enemy!
  • Sweet Combat
  • PERCAYA? [END]
  • She's Alexsya [On Going]
  • The Story Of Aghea
  • Psychopat [SELESAI]
  • ELSA [ON GOING]
  • Repui (SELESAI)☑️

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines