My Possessive Werewolf Mate

My Possessive Werewolf Mate

  • WpView
    LETTURE 980,651
  • WpVote
    Voti 36,985
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, ott 18, 2014
Saat aku hendak membuka pintu lokerku, tiba-tiba sebuah lengan besar dan kokoh membalikkan pinggangku dengan paksa dan membantingnya ke pintu loker. Tidak sakit, namun dapat menarik perhatian murid-murid disini. "Ap-apa yang kau inginkan??" Tanyaku gugup tidak berani menatap wajahnya. Aku baru menyadari bahwa tubuhnya sangat berotot. Lebih besar dari ayahku. Mungkin 5x lebih besar dari tubuh kecilku. Aku yakin kedua tangan yang meremas pinggangku bisa meremukkan tulangku hanya dengan sekali remasan. Dia menggeram, "Abby," namaku terasa sangat cocok dan sempurna dilidahnya. Caranya menyebut namaku membuatku menggigil. Entah mengapa aku merasa takut sekaligus merasa aman. Matanya menggelap penuh dengan emosi:; nafsu dan.... Cinta?? Bagaimana bisa?? Lamunanku buyar ketika dia mulai mendekatkan wajahnya kearahku. Rasa ingin menangis segera mendatangiku. Satu bulir air mata mengalir dari sudut mataku. Aku memang sangat mendrama. Tiba-tiba matanya tidak lagi gelap. Tetapi bewarna abu-abu terang yang didalamnya terdapat keterkejutan melihat air mataku. Aku memeluk tubuh besarnya dan menyandarkan kepalaku didadanya. Membiarkan semua air mataku keluar. Kini aku merasa aman.
Tutti i diritti riservati
#6
wayne
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • NAYANA (Revisi)
  • I Want To Make You Mine
  • Felicity [On Going]
  • Terjerat obsesi Yandere
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Sweet Combat

Bandung, 13 Juni 2013 - 21.00 WIB "Bi.. kamu kenapa? Ada yang mau kamu obrolin sama aku engga?" tanya Nayana dengan tatapan sendu sambil memegang lengan Abimas. "Ay kita udahan" seketika Nayana tercengang dan sesak di dadanya mendengar jawaban Abimas yang selama ini dirinya hindari tepatnya yang dia takuti. "hah? Maksud kamu kita putus? Kenapa? Aku salah apa Bi? Kamu diemin aku.. ngilang gak ada kabar beberapa minggu ini tuh.. ini tuh gara-gara ini? Kamu..." Nayana menarik nafas sejenak, dirinya tidak kuat untuk melanjutkan percakapan ini. Air mata yang telah dia tahan sejak tadi perlahan keluar setetes demi setetes. "oke.. kalau kamu maunya gitu aku cuman mau kita udahan dengan cara baik-baik.. aku minta maaf kalau selama ini aku banyak salah dan belum bisa jadi yang terbaik buat kamu Bi" Ucap Nayana sambil menatap mata Abi yakin. "makasih Nay.. maaf! Aku harap kamu bahagia selalu" Abi pergi meninggalkan Nayana sendirian di teras rumahnya. --- Kata siapa orang engga punya mantan terindah? Kata siapa kalau udah putus mantan engga akan inget sama sekali soal masa lalunya? Bullshit! semua orang punya mantan terindah dan kenangan yang selalu di ingat entah itu indah atau buruk. Cerita klise tapi bisa bikin gereget sendiri bacanya. Buat kamu yang masih gagal move on atau kepo mantan kamu masih suka inget kamu apa engga langsung aja yuk baca. --- Please jangan jiplak dan jangan nyomot seenaknya, walaupun aku bukan penulis handal please se jelek apapun ceritanya itu karya orang yang harus di hargai karna buatnya engga mudah pure murni dari otak sendiri:( tapi kalau mau share ke temen2 buat galau bareng boleh aja.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti