Story cover for Release the Darkness by Dayu_SA
Release the Darkness
  • WpView
    Reads 603,969
  • WpVote
    Votes 7,028
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 603,969
  • WpVote
    Votes 7,028
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jan 22, 2014
[18+] Heaven dan Kaylein, sepasang kekasih yang saling mencintai dan menaruh perhatian berlebih terhadap segala sesuatu yang berbau immortal. Pasangan itu bahkan rela berkeliling dunia hanya untuk memuaskan obsesi mereka untuk bisa bertemu secara langsung dengan sang immortal. Sekian lama mencari namun tak kunjung mendapatkan hasil membuat mereka nyaris menyerah dan mengganggap jika mahluk immortal itu sekedar dongeng dan sama sekali tak pernah ada.

Namun ketika mereka mengunjungi sebuah rumah bergaya Victorian di kawasan New Orleans, akhirnya mereka menemukan segala yang selama ini mereka cari, namun dari sana juga sebuah malapetaka terjadi. Kaylein diubah secara paksa menjadi salah satu bagian dari clan mereka. 

Sementara di tengah rasa sakit yang mendera akibat virus Vampire yang mulai menjangkiti setiap relung tubuhnya, Kaylein harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, kekasihnya di nodai dengan begitu kejamnya oleh pimpinan clan itu sendiri. Sang Alpha tampan yang terlampau kejam dan berhati dingin.

Jadi... apakah cerita mereka berakhir di sini?

Itu semua tergantung kalian, jika kalian ingin cerita ini terus berlanjut, katakanlah...

Namun jika tidak, mari kita tinggalkan saja kisah mereka di sini.
All Rights Reserved
Sign up to add Release the Darkness to your library and receive updates
or
#764jealous
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Bukan Sang Pewaris cover
VILLAIN DIES (END) cover
Sera, in Another Beginning cover
My Grumpy Patient cover
Asmaranala cover
Jauh Di Lubuk Hatiku cover
I'M Not a Princess [ SEGERA TERBIT ] cover
Memories From The Past ( On Going ) cover
Dan Yuan Ren Chang Jiu / I Wish You A Long Life cover
KENRA; Antagonis Pengganti cover

Bukan Sang Pewaris

53 parts Ongoing

Leon tak perlu mengerahkan kekuatannya untuk menarik tubuh Aleta ke pangkuannya. Selain karena tubuh gadis itu begitu mungil dan ringan, kedua kaki yang lumpuh itu tak bisa diandalkan untuk memberontak. "Kau bilang tak akan tertarik dengan gadis cacat sepertiku." Aleta menahan kedua tangannya di depan dada Leon. Mencegah wajah pria itu semakin dekat. Bahkan dengan jarak hanya beberapa senti saja, napas berat pria itu terasa begitu jelas menerpa wajahnya. Ujung bibir Leon membentuk seringai tajam. Satu tangan di punggung Aleta bergerak menurunkan resleting baji gadis itu. "Tapi aku belum pernah menyicipi gadiz cacat."