A N J A N I

A N J A N I

  • WpView
    Reads 905
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2017
Aku selalu merasa, bahwa aku hidup dititik dimana orang lain tak bisa merasa apa yang ku rasa. Hingga aku bertemu dengan Dia, si kekasih masa laluku. Kita dipertemukan dalam waktu yang berbeda, perasaan yang berbeda, namun sakitku yang masih sama. Sama-sama harus berpura-pura tersenyum dalam semu, tetapi menangis dalam sendu. Namun, sakitku tak berarti apa-apa bagimu. Tak merubah apapun untukku. Dan, tak merubah rasaku padamu. Jika aku harus berhenti berjuang ketika aku ada dititik terlemahku dan itu karena kamu. Tidak!! Aku tidak sepecundang itu. Masih ada banyak hal yang harus aku perjuangkan. Keluargaku, sahabat-sabahatku, dan tentunya kamu. Seseorang yang sangat berarti untukku. Akan ada saatnya aku mulai jengah. Jengah dengan keadaan yang semakin melemah. Hingga keadaan yang membuatku menyerah. Tetapi tak apa. Percayalah, aku akan baik-baik saja. Biar Tuhan yang menjelaskan, betapa aku menyayangi semuanya.
All Rights Reserved
#79
admirer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Cahaya Dirimu
  • Amor Almira
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Patah (Telah Terbit)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Yang Tertinggal
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Everything Between Us (ON GOING)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines