Ana Ukhibukii Fillah

Ana Ukhibukii Fillah

  • WpView
    Leituras 44,561
  • WpVote
    Votos 2,004
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, dez 30, 2019
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
#78 on spiritual [30.09.17] Hari demi haripun berlalu, kini saatnya ia meninggalkan keluarga dan pergi mengabdi untuk beberapa tahun, ia dijemput oleh mobil travel. Sambil mengisi kejenuhanya, ia membuka Al-Qur'an mini nya, Membaca Al Qur'an adalah hobi mahdi sejak ia duduk di bangku Taman Kanak-kanak, saat ini mahdi telah berhasil menghafal 25 juz yang berarti langkahnya untuk menjadi tahfiz sesungguhnya telah didepan mata. Siapa sih wanita yang akan bisa menolak hitbahnya, fisik elok didampingi akhlak yang indah inilah yang membuat mahdi disukai oleh banyak santri wati di pondoknya dulu.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 30 HARI SEBELUM WAFAT
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • 10. Saktah
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Tasawuf Cinta
  • SECOND CHANCE
  • KANALA (TERBIT)

JANGAN LUPA FOOLOW!! Aziz adalah seorang santri kelas akhir di sebuah pesantren tahfidz yang terpencil, dikenal pendiam namun tekun. Di balik wajah tenangnya, ia menyimpan rahasia besar-vonis dokter bahwa umurnya tak akan lama lagi. Namun Aziz memilih merahasiakan semuanya dan menjalani hari-hari terakhirnya dengan satu tujuan: menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an sebelum ajal menjemput. Selama 30 hari, hidup Aziz menjadi perjalanan sunyi yang sarat makna. Ia memaknai ulang setiap ayat yang dihafalnya, memperbaiki hubungannya dengan teman dan guru, serta mencurahkan segala cintanya hanya kepada Allah. Cerita ini mengajak pembaca menyelami perjuangan batin seorang anak muda yang menjemput kematian dengan ketenangan dan cinta kepada Kalamullah. Tanpa bumbu percintaan, kisah ini mengajarkan ketulusan, perjuangan, dan bagaimana cinta sejati bisa berwujud dalam bentuk yang sangat sunyi-antara seorang hamba dan Tuhannya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo