Ana Ukhibukii Fillah

Ana Ukhibukii Fillah

  • WpView
    Reads 44,561
  • WpVote
    Votes 2,004
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2019
#78 on spiritual [30.09.17] Hari demi haripun berlalu, kini saatnya ia meninggalkan keluarga dan pergi mengabdi untuk beberapa tahun, ia dijemput oleh mobil travel. Sambil mengisi kejenuhanya, ia membuka Al-Qur'an mini nya, Membaca Al Qur'an adalah hobi mahdi sejak ia duduk di bangku Taman Kanak-kanak, saat ini mahdi telah berhasil menghafal 25 juz yang berarti langkahnya untuk menjadi tahfiz sesungguhnya telah didepan mata. Siapa sih wanita yang akan bisa menolak hitbahnya, fisik elok didampingi akhlak yang indah inilah yang membuat mahdi disukai oleh banyak santri wati di pondoknya dulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • Hafira Hijrah (End)
  • Tasawuf Cinta
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • KANALA (TERBIT)
  • Syair Cinta Az Zahra
  • [1] Mahabbah di Tepi Zuhur [Sudah Terbit]
  • Daur Ulang Hati
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines