Titik Terindah Senyummu

Titik Terindah Senyummu

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 22, 2018
" Sebenarnya aku takut sekali jatuh cinta. Tetapi entahlah, mungkin Tuhan menginginkan agar aku dapat tau dan mengerti apa sebenarnya cinta itu. Dan akhirnya satu orang diutus menjadi pageran untuk memiliki hati kecilku ini." - Natasya Williyan "Aku sudah merasa bosan, bahkan muak untuk bercinta. Kurasa itu semua tidak ada gunanya sama sekali. Kupikir semua wanita itu sama saja. Tetapi mungkin aku telah salah menilai dan semua adalah rencana Sang Pencipta. Aku tak menyadari bahwa rupanya ada seorang peri yang dikirimkan kepadaku untuk memiliki jiwa ku . Ia memberi aku ketentangan bahkan mungkin aku tak bisa jika tak bersamanya sedetik saja.Walaupun aku sedikit Egois kepadanya, tetapi ternyata ialah Sahabat hidupku kelak," Lorenz Franc Cerita ini menceritakan tentang kisah Cinta sekaligus kehidupan dua orang Remaja SMK, walaupun awalnya yang saling Egois dan hanya mementingkan diri sendiri, tetapi akhirnya semua menjadi berbeda. Rasa mulai tumbuh, dan sampai akhir hayat pun tak akan Pudar. Hingga dunia pun tau bahwa seorang manusia itu berhak untuk jatuh cinta. Akankah mereka selalu bersama? Akankah cinta yang mereka bangun itu kokoh? Akankah Mereka berpisah karena suatu konflik? Atau mungkin Akankah Mereka berpisah dan tak bertemu lagi hingga selamanya? "SIMAK YAH.. ☺ MOGA SUKA."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • FRIENDzone (Completed)
  • AURORA
  • Love Hurts
  • ALANA [LENGKAP]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Semesta Angkasa | Teenlit ✔

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines