How?
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 3, 2017
Andai hidup tak seberantakan ini, andai takdir tidak mempermainkan, andai dunia tidak mempertemukan kembali, andai hati tak bekerja secara normal sementara saja, andai waktu tak mempersatukan bahkan andaipun alam tidak memperumit. Bukankah kita selalu ingin agar hidup ini baik-baik saja? "dia tau kok, kalo gue punya perasaan sama dia." "gak akan mungkin gue punya perasaan sama perempuan sialan kayak dia." "kalau lo emang gak punya perasaan sama cewek yg lo anggap sialan itu, kenapa malah lo jadiin dia pacar sih?" Kalian akan berkenalan dengan sosok cewek pecandu sepi. Kalian akan berkenalan dengan sosok laki-laki yang pendendam dan selalu mengelak perasaannya. Dan kalian akan berkenalan dengan sosok laki-laki lain yang selalu diabaikan perasaannya.
All Rights Reserved
#181
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • ALZEANDRA||OPEN PO||
  • DERAN
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • All Out of Love
  • Why Stay Away?
  • Beware of The Villain
  • sorry (COMPLETE✔✔)

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines