Saat Bersamamu

Saat Bersamamu

  • WpView
    Reads 7,522
  • WpVote
    Votes 818
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2019
Dyandra dan Ghaffar saling mengenal, dan mereka saling memendam rasa yang tak bisa dituntaskan. Bertahun-tahun berlalu, banyak yang telah berubah. Dyandra gagal menikah Ghaffar tidak mampu mempertahankan pernikahannya. Dyandra putus asa atas kisah cintanya yang kandas sedangkan Ghaffar ingin mengakhiri kesendiriannya, dan akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali, menumbuhkan kembali perasaan terpendam keduanya. Bagaimana kedua orang yang mengalami kegagalan ini menjalin kasih. "Saya pernah menikah, dan gagal mempertahankan pernikahan saya. Apa kamu mau dinikahi pria seperti saya?" ~Ghaffar Amzari~ "Saya wanita yang pernah ditinggalkan karena strata keluarga saya. Apa kakak tetap mau menikahi saya, dengan tuntutan keluarga saya?" ~Dyandra Pranaja~
All Rights Reserved
#93
sadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Imperfect Wife
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • Kemakan Sumpah Mantan (TAMAT)
  • KATYA & SADDAM (Short Story)
  • Menikah Denganmu | END
  • Behind Our Eyes
  • Komposisi Cinta (END)

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines