Amor
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 16, 2017
"Ketika aku menemukanmu, harapan itu ada" Kau tau ? seandainya aku bisa melupakanmu semudah saat aku mencintaimu tentu saat ini aku tak akan menghabiskan seluruh waktuku untuk menunggumu. Entah apa yang membuatku tertarik pada sosokmu, aku tak pernah menghendaki rasa ini hadir, ia hadir dengan sendirinya, tumbuh mekar dan akhirnya sampai detik ini aku masih disini. Masih setia menunggu. Tak ada alasan untuk kesetiaan ini, tanpa mengapa dan tanpa tanda tanya. Karena sejatinya, hatiku telah terpaut padamu. Hatiku telah menemukan pilihannya. Lalu bagaimana mungkin aku melupakan kau yang telah mengubah kelabu dalam hidupku menjadi penuh warna dengan semudah itu ? tentu tidak! Walau aku tau, kesetiaanku ini tak sebanding dengan luka yang sering kali tertoreh, dan menyayat nuraniku. Namun, percayalah hanya kau satu-satunya harapanku.
All Rights Reserved
#131
amor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Story Of Diana [ Berhenti ]
  • Having You
  • Waiting For You
  • Two Times For Love
  • You're Still in My Heart [On Hold]
  • For You [END]
  • Dear, You My Heart
  • Be Present and Stay
  • I'm Waiting For You
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines