Gerhana

Gerhana

  • WpView
    Membaca 4,015
  • WpVote
    Vote 269
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 23, 2024
Semua peristiwa naas ini berawal dari kesialannya saat berada di perjalanan, seorang gadis yang buta arah tersesat. Ditinggalkan bus yang ditumpanginya, sialnya lagi semua barang berharganya masih ada di sana. Ia ingin menangis, tapi malu. Teman seperjalanannya yang ikut ditinggal pun tak membantu sama sekali. Malah semakin membuatnya pusing. Gadis itu mulai mengutuki siapa saja, ia merutuki kebodohan adiknya yang memesankan tiket bus untuk perjalanan sejauh ini. "Sialan!" Lalu, kemana ia harus berjalan? Tanpa uang barang sesen pun. Hanya ada ponsel bodoh yang tak mampu menangkap sinyal. Juga gadis yang menurutnya bodoh yang terus mengikutinya. Adakah manusia dengan dada lapang mau mengulurkan tangannya dan menolong gadis angkuh itu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#691
dendam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ice Girlfriends
  • About This Life. (NEW)
  • Yang Terasingkan
  • Romantic Soul
  • fantasi fairy (on going)
  • DUNIA DANIA ✅
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • Kutukan Tumbal

[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! ] Ini adalah cerita cinta remaja klasik yang sedikit dibumbui aksi tak terduga dan teka-teki yang harus dipecahkan. 'Ice Girls' adalah sebutan yang paling pantas untuk seorang Raisa. Dengan tampang layaknya tembok dan juga sifat sedingin Antartika, Raisa kerap dijuluki 'Kulkas Berjalan' paling tidak ia dijuluki 'si muka datar'. Hal seperti itu sangat lumrah baginya, dan ia menikmati setiap tanggapan orang-orang yang dilontarkan untuknya. Kehidupannya yang tenang, berubah menjadi huru-hara seketika. Dengan datangnya Andhika di hidupnya, seluruh alur cerita yang ia nikmati menjadi jungkir balik. Hidupnya menjadi dipenuhi masalah dan ketidaknyamanan di setiap harinya. *** "Mana bisa gitu? Gue harus nunggu lo terluka dulu? Gak ya!" jeda Andhika. Andhika bersidekap dada, "Pokoknya, cukup hari itu lo terluka. Selanjutnya, gak bakal gue biarin lo kenal lagi dengan yang namanya luka" ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan