Story cover for Esok [Completed] by Amaliard_
Esok [Completed]
  • WpView
    Membaca 5,230
  • WpVote
    Vote 655
  • WpPart
    Bab 23
  • WpView
    Membaca 5,230
  • WpVote
    Vote 655
  • WpPart
    Bab 23
Lengkap, Awal publikasi Agt 04, 2017
Kehilangan menjadi hal yang tak dapat dipungkiri lagi dikehidupan, terlebih lagi hidup di tengah penjajahan.

Enia harus kehilangan sosok kakaknya yang pergi ke medan perang dan sang ayahlah yang menjadi tulang punggung bagi dirinya juga sang ibu. Walaupun jarak menjadi pemisah, seringkali Enia berkomunikasi dengan ayahnya lewat surat.

Lalu suatu hari dia menerima surat lain yang bukan dari ayahnya. Surat itu menjadi takdir bagi Enia untuk bertemu dengan sang pengirim surat. Akan tetapi, takdir itu bagai seekor burung terbang melintas sesaat di depan mata.

*Sepenggal kisah cinta pada masa kehidupan yang penuh gejolak.

***

[Di dalam cerita ini saya tidak menyebutkan suatu daerah apapun. Cerita ini murni hanya fiktif belaka.]

Copyright©2017 by Amaliard 
Finish 09.01.2018
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Esok [Completed] ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#587kehilangan
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Semu [Completed] cover
Everything [SELESAI] cover
Dia Imam Terbaikku (END) cover
BUNGA KEMBALI cover
Senja Kaylara [ END ] cover
Persimpangan [Completed] cover
AMERTA : The Last Embrace cover
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover

MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

16 bab Lengkap

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.