Esok [Completed]

Esok [Completed]

  • WpView
    Reads 5,251
  • WpVote
    Votes 655
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 3, 2018
Kehilangan menjadi hal yang tak dapat dipungkiri lagi dikehidupan, terlebih lagi hidup di tengah penjajahan. Enia harus kehilangan sosok kakaknya yang pergi ke medan perang dan sang ayahlah yang menjadi tulang punggung bagi dirinya juga sang ibu. Walaupun jarak menjadi pemisah, seringkali Enia berkomunikasi dengan ayahnya lewat surat. Lalu suatu hari dia menerima surat lain yang bukan dari ayahnya. Surat itu menjadi takdir bagi Enia untuk bertemu dengan sang pengirim surat. Akan tetapi, takdir itu bagai seekor burung terbang melintas sesaat di depan mata. *Sepenggal kisah cinta pada masa kehidupan yang penuh gejolak. *** [Di dalam cerita ini saya tidak menyebutkan suatu daerah apapun. Cerita ini murni hanya fiktif belaka.] Copyright©2017 by Amaliard Finish 09.01.2018
All Rights Reserved
#12
pilu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Semu [Completed]
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Dia Imam Terbaikku (END)
  • Saat semua pergi
  • Everything [SELESAI]
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Yang Terluka

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines