Unwanted Meeting

Unwanted Meeting

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 25, 2017
Semua ini terjadi begitu saja. Di mulai dari pertemuan mereka di bandara yang tentunya tidak mereka rencanakan. Pertemuan seorang perempuan blasteran bernama Riley dengan seorang laki-laki tampan bernama Keenan, yang identitasnya tidak diketahui Riley. Sebuah ketidaksengajaan yang mempertemukan mereka, membuat mereka menghabiskan waktu bersama-sama, semakin dekat seiring berjalannya waktu. Tapi siapa sangka, kalau keenan menyembunyikan sesuatu dari publik juga dari Riley. Sesuatu yang hanya ia dan Tuhan ketahui. Satu rangkaian peristiwa ternyata berhubungan dengan rangkaian peristiwa lainnya, akhirnya mengarah ke satu titik. Apakah takdir menginginkan mereka untuk bertemu? Atau ini hanya sebuah pertemuan yang tidak diinginkan?
All Rights Reserved
#1
figure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Senja Terlambat
  • Frekuensi Rasa [END]
  • ALEXA
  • Resonansi Dua Sisi [BL]
  • Resonansi
  • Antara seamin dan seiman
  • My Regret | Vsoo
  • Antara Nada dan Lensa
  • [BOOK I] MEMOAR OF SHANA
  • School of Broken Minds

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines