Lelaki Pilihan (On Going)

Lelaki Pilihan (On Going)

  • WpView
    LECTURES 4,328
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juin 5, 2019
WpInfo
Fiction
Thèmes Sociaux
"Aku tahu kamu adalah lelaki pilihan yang Allah kirim untukku" Seulas senyum menghiasi wajah tampannya saat mendengar kata kata manis itu keluar dari bibir istrinya. Walau sebenarnya ada sebuah luka dibalik senyum yang ditampilkan nya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Assalamualaikum Imamku
  • istri bar bar Gus arshaka [TAMAT]
  • Me Or Your Religion
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • REGATHAN [END]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • Husband Death
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu