Catatan Malam Pergantian Tahun

Catatan Malam Pergantian Tahun

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 5, 2017
Tuhan... Aku juga ingin merayakan tahun baru dengan pergi ke suatu tempat bersama orang-orang yang aku sayang. Sambil menunggu waktu pergantian tahun, mungkin kita bisa sambil menonton film, atau mungkin jika itu diluar rumah atau berada di pantai mungkin kita bisa menunggu dengan bakar-bakar ikan, bukankah itu menyenangkan? Setelah itu, ketika akan tiba waktunya pergantian tahun, kita semuanya menghitung bersama-sama dari angka 10 hingga 1 sebelum memulai melakukan pesta kembang api dan meniup terompet serta berkata, 'HAPPY NEW YEAR" Wah, pasti seruuuu! Tuhan... Sampai kapan kah aku harus mengunggu? Aku ingin merasakan bagaimana rasanya merayakan malam tahun baru.. Pada tahun berapakan aku akan merasakan semua itu? Apakah itu semua terlalu tidak mungkin bagiku? Padahal hal tersebut sangat sepele dimata orang lain. Pasti mereka tertawa terpingkal-pingkal apabila sampai mengetahui keinginanku.. ------------------------------------------------------------------------------------------- Sebuah kisah dari seorang gadis yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya merayakan malam pergantian tahun. Karena di keluarga gadis tersebut, ada pantangan untuk keluar malam dengan alasan apapun kecuali pergi ke masjid yang berada di depan rumah untuk shalat berjamaah. Ya, kalian bisa 'memikirkan' sendiri lah bagaimana rasanya tak pernah keluar malam hari. Kenapa aku meminta kalian untuk 'memikirkan'? Karena aku tahu kalian pasti 'belum pernah' merasakan tak boleh keluar malam seumur hidup. Jadi, aku meminta kalian untuk memikirkan.. Semoga dengan membaca cerita ini kalian akan menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Karena kalian tidak pernah tahu berapa banyak orang yang menginginkan kehidupan yang kamu jalani sekarang. Sudahlah, sepertinya aku terlalu banyak cing cong. [Salam, seseorang yang tak pernah merayakan tahun baru]
All Rights Reserved
#3
trueshortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET ME HATE YOU
  • Agar tum mil Jao Zamana Chhod Denge Hum
  • Unidathil Ennai Koduthen~Book 5
  • 'Love You Zindagi' - SwaSan Short Story
  • Word Of Action!✔️
  • junoon: ishq aur nafrat ka
  • Before the Morning [BEING EDITED]
  • Abadi Mohabbat ✓
  • sweetness of his heart(PART 2 OF stepmom of my children and my second wife)

A marriage neither wanted. A hatred neither understands. Two strangers tied by a past that stains everything between them. He never wanted a wife. Especially not her. Cold, distant, and poisoned by assumptions, Amaan enters the forced marriage with one intention- to keep his distance and keep his resentment alive. Asmaira enters with something far heavier- guilt. Not to protect him. Not to save him. But because she knows the truth of what happened... and she cannot bear to confess it. They have never met. But the moment they do, the air turns sharp- full of tension, unspoken accusations, and the kind of hate that feels too much like longing. He despises her for a sin she never committed. She punishes herself for a sin she never confessed. And marriage turns into a battleground where silence is a weapon... and closeness is a threat. In this house, love is impossible. Trust is deadly. But hatred? Hatred is the only thing keeping them alive.

More details
WpActionLinkContent Guidelines