Ending Scene

Ending Scene

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 14, 2017
"sebenarnya tujuanmu datang kemari untuk apa? Kau tau kan kalau kawasan ini adalah kawasan penjahat. Jadi, tidak sembarang orang bisa datang kemari" Jeslyn menanyakan keingintahuannya tentang Luhan sambil membuka laptop bersiap untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. "aku sengaja datang kemari untuk meminta para penjahat itu menculikku" Wanita itu hampir saja memuntahkan minumannya mendengar perkataan konyol Luhan. "kau gila? Jangan bermain main ditempat seperti ini. Jika mereka mengetahuinya justru mereka akan membunuhmu daripada menculikmu" Jeslyn bermaksud memberikan peringatan pada Luhan. "lalu kenapa kau tinggal ditempat seperti ini?" "bukan urusanmu" "kau orang yang baik-" "aku bukan orang yang baik, aku orang yang jahat. Lebih buruk daripada semua orang yang berada di kawasan ini" Tidak mungkin, kalau benar begitu. Seharusnya sejak awal Jeslyn sudah melakukan hal buruk pada Luhan. Lagipula hanya dengan menatapnya, Luhan dapat melihat ketulusan wanita itu. "baiklah, kalau begitu culik aku. Kau bilang kau orang jahat, ini momen yang pas sekali bukan? Kau juga tinggal di kawasan penjahat, tentu saja kau pasti orang jahat" Tentang seorang gadis yang berusaha bertahan hidup dengan masa lalu yang kelam. bagaimanakah akhir dari kehidupannya? apakah ia akan bisa bangkit dari masa lalunya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hold On Tight or Let Go? [ft. Jisung harem] ʜɪᴀᴛᴜs ᴘᴀɴᴊᴀɴɢ
  • I'm the Antagonist's
  • ✓ Istri Kecil Tuan Lu
  • DERSIK
  • Trasmigrasi Queenzee
  • Criminal Love (YiZhan)(END)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • MIRROR | Jay ✓

Enam orang yang berbeda tetapi memiliki satu cinta yang sama, yaitu Xiellen Jukala. Tapi mereka malah di jodohkan dengan orang yang tidak sama sekali mereka suka, oleh para orang tua mereka. "Gue cuma di suruh buat merhatiin lo! Gak usah banyak gaya, sok cantik sialan!" - 𝐍𝐢𝐤𝐚𝐳𝐲𝐧 𝐉𝐨𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐬 "Gak usah ganggu ketenangan gue! Lo itu cuma orang sementara yang tinggal di kediaman gue! So, gak usah caper, gue gak bakal luluh, cewek j*lang!" - 𝐋𝐲𝐳𝐞𝐧𝐧 𝐉𝐮𝐯𝐞𝐫𝐧𝐨 "Lo cuma sekedar orang yang numpang di rumah gue, gak usah kecentilan! Orang yang gue cintai tetep selalu Xiel! Xiellen Jukala, gak akan ada yang lain!" - 𝐌𝐚𝐝𝐞𝐯𝐞 𝐋𝐨𝐮𝐳𝐡𝐚𝐧 "Pergi dari hadapan saya sebelum saya bunuh! 𝙼𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗!" - 𝐋𝐨𝐧𝐞𝐨 𝐇𝐨𝐯𝐢𝐚𝐧 "Lo gak usah cari-cari kesempatan, lo gak menarik bagi gue! Mau lo telanjang kek, gue gak bakalan nafsu sama lo! Dan jangan pernah coba-coba kasih gue perangsang, gue gak bakal mempan pake yang gituan!" - 𝐇𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚 𝐑𝐚𝐢𝐳𝐞𝐧𝐧 "Jangan coba-coba sakitin Xiel kalau lo gak mau akibatnya! Cukup diam dan tutup semua harapan lo ke gue, karena cuma Xiel hang ada di hati gue!" - 𝐙𝐚𝐜𝐡𝐢𝐨 𝐂𝐢𝐟𝐞𝐫𝐫𝐨 "Mengapa jalan yang kalian berikan padaku sangatlah rumit? Haruskah aku tetap perjuangkan mereka? Ataukah aku lepaskan demi kehidupan mereka? Apakah aku mampu untuk melupakan mereka? Mengapa ini sangat rumit, wahai dewa kehidupan? Mengapa kau sangat tidak adil padaku, wahai dewa keadilan?" - 𝐗𝐢𝐞𝐥𝐥𝐞𝐧 𝐉𝐮𝐤𝐚𝐥𝐚 Bagaimana dengan kelanjutan hidup Xiel yang di perebutkan enam pria yang sudah memiliki istri itu? Simak hingga semua ceritanya selesai. ® »̶d̶z̶i̶l̶l̶w̶o̶r̶k

More details
WpActionLinkContent Guidelines