Hey Sist!

Hey Sist!

  • WpView
    Reads 80,301
  • WpVote
    Votes 358
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 6, 2018
"Sshhh aaaah yess come onh ba-by!". Desahan demi desahan terdengar di balik dinding kamarku. Aku yakin 100% itu adalah suara kakakku Savannah. Dengan seksama aku memaksimalkan indera pendengaranku dengan menempelkannya di dinding yang dilapisi wallpaper vintage berwarna coklat muda. 'Oh astaga! Aku merasa bagian bawahku basah! What's wrong with me?' -Milina "Shut up and fill me!". Aku mencumbu pria didepanku kasar. Aku bahkan tidak perduli lagi bila adikku mili yang berusia 14 tahun mendengarnya. Karena kini pria idaman disekolahku akhirnya berada dibawahku. "Sshhh aaaah yess come onh ba-by!". Ini lebih dari cukup untuk melupakan adik kecilku yang mungkin berada dikamarnya. But Who cares? -Savannah Aku membuka pintu rumahku, well tak biasanya pintu rumah ini tak terkunci. Biasanya selalu terkunci. Dad dan mom selalu mewanti wanti kami untuk tak lupa mengunci rumah terlebih saat mereka pergi keluar negeri. 'Kletak' Whops! Apa aku melempar kedua heels ku terlalu keras? Tapi rasanya.. Ini bukan suara heelsku melainkan suara sebuah benda yang saling berguncang. 'Braak!'. "OH MY GOD! SAVANNAH? KAU GILA!". Dan rupanya itu suara tiang penyangga tempat tidur adikku yang sedang bergoyang dengan dua manusia telanjang diatasnya. God, just kill me now. -Roseanne [!] Warning ini adalah cerita dewasa. Bijaklah readers! 18+ Copyright © Little Violette ❝In the Name of Sisterhood❞
All Rights Reserved
#532
teenagers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Eliinaa
  • 𝙻𝚘𝚟𝚎 𝙶𝚘𝚒𝚗𝚐 𝙽𝚘𝚠𝚑𝚎𝚛𝚎
  • Lelaki Bayaran [END]
  • Love With My Brother [OPEN PO]
  • Love & Lost
  • ZAYDA
  • Puzzle Pieces - Des Égratignures
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines