Kamu Begitu INDAH

Kamu Begitu INDAH

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 16, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Kita panggil kan designer ternama Zafira Yanisha agar naik ke atas panggung untuk menyampaikan sedikit mengenai kesuksesan nya di dunia fashion" panggil sang pembawa acara dengan sangat antusias diiringi tepuk tangan ria dari para hadirin. Zafira yang menggunakan fashion hijab yang sangat fashionable rancangan nya sendiri berjalan anggun diatas karpet merah membuat para hadirin terpukau oleh nya. "Waww" ucap pembawa acara setelah Zafira sudah naik keatas panggung. "Bisa diceritakan sedikit mengenai kesuksesan anda di dunia fashion nona Zafira?" tanya pembawa acara pada Zafira. Diiringi senyuman Zafira lantas mengambil microphon dengan mengetes suara nya lalu mulai berucap "Assalamualaikum wr wb". Kemudian para hadirin pun menjawab salamnya. "Kesuksesan saya sangatlah sulit untuk didapatkan, begitu banyak masalah yang menghampiri saya pada saat itu sehingga saya hampir frustasi dibuatnya". Ucap Zafira sendu lalu melanjutkan ucapannya. "Tapi ada Bunda saya yang selalu memotivasi saya, kalimat Bunda yang paling saya ingat yaitu, ''Saat kamu bilang kepada dirimu kalau kamu bisa maka kamu akan mudah meraihnya namun sebaliknya saat kamu bilang kamu tidak bisa maka kegagalan lah yang kamu dapat'' must be positive thinking lalu Zafira menambahkan dengan sedikit tarikan senyuman. "Lalu saya mencoba untuk berusaha berfikir positif dengan segala usaha yang diiringi doa maka jadilah saya seperti ini" ucap Zafira lagi sambil tersenyum dengan menyapu seluruh pandangan kepada para hadirin Kemudian tepuk tangan ria kembali menggema disetiap sudut ruang gedung acara tersebut.
All Rights Reserved
#2
wanitamuslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • hanya untuk bunda
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Behind You (ON GOING)
  • Said Bismillah if you love me
  • Four Friends Fisabilillah
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Boneka Ungkapan Sayang
  • Imamku (SELESAI)

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines