"Mencintai yang bukan umatnya"

"Mencintai yang bukan umatnya"

  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, sep 16, 2017
Kharisyah Putri Dwilza biasa dipanggil isah atau kharis adalah siswi unggulan disekolahnya, tahun ini ia melepaskan dirinya dari jenjang menengah pertama. yap... SMA, tahun ini ia akan menjadi anak SMAN. Isah mendaftarkan dirinya di SMA negri yang bisa dibilang sederhana. Bukan karena orang tua tidak mampu untuk mendaftarkannya di sekolah yang unggul, tetapi faktor tempat tinggal. Isah sudah lama mengikuti kegiatan pramuka hanya saja disekolah barunya ini sama sekali belum mengadakan latihan. Disekolah Smpnya dulu yaitu MTsN isah banyak memenangkan lomba tingkat (LT) sehingga banyak dikenal guru-guru di MTs. Disekolah barunya ini ia mengikuti "masa pengenalan lingkungan sekolah" isah masuk dalam kelompok 2, yang dibimbing oleh kak Agustino dan kak Sena anugrah. Dikelompok 2 hanya ada tiga orang yang non-muslim diantara ketiga orang itu hanya ada satu yang menarik hati para wanita...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • GURU DINGIN JATUH CINTA KEPADA SISWI SMA
  • Perjodohan Paksa (FreSha). END
  • Distrik 48 ( Season 3 ) " The Story Of Ella " [ TAMAT ]
  • Sepasang Anak Buangan
  • ALEXSA✔
  • Rules vs Chaos
  • He's My Moonlight
  • Assalamualaikum Pak Ustadz
  • HELLO DEAR

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido