Story cover for FUTURE by aretablythe
FUTURE
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Aug 07, 2017
Mature
Pada akhirnya, hal yang paling aku takutkan terjadi. tak pernah aku inginkan perpisahan ini walaupun telah terbayang sebelumnya. Seperti rantai, karena termakan oleh waktu, ia bisa saja berkarat, bisa saja kendur, asal jangan putus. 
mungkin aku yang salah, caraku yang salah, iya caraku mencintaimu. sudah lupakan saja, maafkan dirimu Clara. Lalu hiduplah lebih baik lagi. Ini bukti bahwa aku benar-benar menginginkan kamu menjadi masa depan ku. 
"Clara sayang aku tidak kemana-mana. aku hanya ingin berhijrah, mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. kita tidak bisa seperti dahulu lagi, ini keputusanku Ra". 
"iya Qi terimakasih telah mengijinkan ku mendakatimu setelah banyak kemungkinan baik yang mungkin saja kamu bisa dapat yang lebih dariku. Semoga tak kau kenang aku sebagai kesalahan Qi. Terimakasih....."
All Rights Reserved
Sign up to add FUTURE to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Salam Terindah cover
CARAKU MENINGGALKANMU cover
You And I cover
Ambiguous cover
Backstreet  cover
My favorite person cover
When Love is Breaking cover
Jenis Rasa cover
Antara Teman dan Teman Hidup cover

Salam Terindah

19 parts Complete

Barra." "Hm." "Tolong sabar sedikit lagi ya." "Buat?" "Aku tahu kamu nggak nyaman denganku, aku tahu aku cuma pengganggu buat kamu, aku tahu kamu risih, kamu malu dan benci sama cewek yang pecicilan kaya aku," "Terus?" "Aku-" Nyala terdiam ia ragu untuk mengatakan isi pikirannya itu. "Aku akan berusaha buat ngilangin rasa suka aku ke kamu." sambung Nyala dengan memejamkan mata. Sementara Barra nampak mengerutkan kedua alisnya. "Kenapa?" tanyanya kemudian. "Apa?" Nyala terkejut dengan jawaban Barra "Apa, Kamu tidak ingin aku berhenti mencintaimu?" Senyuman Nyala mengembang begitu lebar disertai mata berbinar senang. "Kenapa nggak berhenti dari dulu." sambung Barra tentu saja ucapan Barra itu membuat semburat kecewa di wajah Nyala.