KHADIJAH

KHADIJAH

  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2019
Ini adalah Kisah gadis desa yang terlahir dari keluarga sederhana nan terpandang. Gadis yang lucu, manis, dan jahil tersebut bermama Khadijah. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan hidup sikecil cerdas yaitu Khadijah dari masa kecilnya sampai masa tuanya. Ini adalah cerita yang berunsur budaya dan religi. Menceritakan kehidupan masyarakat Jawa yang berada diplosok desa, saling menghormati, saling menyayangi, serta saling gotong royong. Desa tersebut dinamakan dengan Desa Sumber Ringin. Khadijah adalah anak Sulung dari 5 saudara. Dia mempunyai 2 kakak perempuan dan 3 kakak laki-laki. Khadijah masih berumur 9 tahun. Dia kelas 3 Sekolah Dasar, tetapi dia lebih memilih berteman dengan anak yang lebih dewasa, dia juga lebih memilih berteman dengan Laki-laki dari pada perempuan, karena menurut dia perempuan lebih rempong dan suka marah-marah serta juga lebih suka menggunjing dari pada membicarakan hal-hal yang lebih penting. Tetapi kalau berteman dengan Laki-laki, kata Khadijah lebih enak, lebih santai, dan suka membicarakan hal-hal yanh lucu meskipun terbilang konyol. Saat dewasa nanti, Khadijah ingin menjadi seorang yang sukses. Sukses dalam artian terpandang di Masyarakat, dan mempunyai kedudukan yang tinggi yang dimuliakan, mula dari unsur duniawi maupun surgawi. Inilah cerita kehidupan Khadijah, wanita gigih dan bercita-cita Tinggi. Selamat membaca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Istri Untuk Ndoro
  • Qalbu {Terbit}
  • Nostagia dalam perjalanan
  • KISAH HIDUP & CINTA VAYA
  • DANADYAKSA
  • Nearby Relations
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines