U (The Reason I Live)

U (The Reason I Live)

  • WpView
    Reads 272
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2017
Pada suatu hari, Onel bilang begini. "Hidup memang seperti film. Tidak mungkin semua pemeran memilih menjadi tokoh utama. Sebagian yang lain harus merelakan diri menjadi tokoh sampingan." Namun setiap hari, Piu seakan bilang begini pada dunia. "Bagi gue, setiap film yang diciptakan oleh tuhan , gue adalah sang tokoh sampingan. Gue berdiri, beol, mati juga nggak ada yang peduli" Tapi bagi Onel, meski Piu bilang seperti itu berkali-kali pun, ia tidak akan pernah peduli. Onel memang selalu setia mendengarkan deru depresi gadis manekin itu. Tapi untuk mengamininya, ia tidak akan pernah perduli. Tidak akan pernah. Ia percaya bahwa bagaimanapun seorang tokoh pembantu dalam film berada, tetaplah ada peran yang diemban. Tokoh pembantu bisa saja dicintai, tapi tokoh utama sekalipun juga bisa dibenci. -- Piu yang sangat depresi berharap mengakhiri hidup saat itu juga. Ia bahagia kisahnya akan segera berakhir.
All Rights Reserved
#33
memoir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Zero-sum Love [FIN]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • AETERNA  | Selesai✓
  • Bukan Pangeran Diponegoro (✔)
  • The Mistake of My Life
  • To the Happy Ending✓

'hidup ku, bisa di bilang hanya berwarna hitam abu-abu tidak ada warna terang benderang Seperti langit di siang hari, hidup ku hanyalah langit malam,yang hanya di terangin bintang bintang yang sangat jauh dari ku,saking gelap nya. Bahkan aku sampai lupa untuk tersenyum,tapi semua itu berubah setelah dia? datang tanpa di undang memasuki hati ku yang sangat gelap'~Raina 'Aku tak jauh berbeda dari orang lain, masalah?masa lalu yang kelam?aku sudah pernah merasakannya,aku saja tidak dapat membayangkannya,itu semua sudah beku di lubuk hati ku yang dingin,tapi tidak?! setelah aku bertemu dengannya?aku merasa ingin sekali selalu disampingnya,24/7 hanya buat menemani dia saja aku rela,tapi? kenapa sulit sekali?dari raut wajahnya?aku melihat ada luka yang sangat dalam'~Revan Antara dua kutub es?yang dipertemukan, apakah mereka akan saling kenal?atau sebaliknya? mereka akan merasakan asing? karena masa lalu mereka yang hampir sama, membawa dua remaja itu selalu menampakkan wajah dingin dan datar~author Cantek:>

More details
WpActionLinkContent Guidelines