ISAK TANGIS LORONG MERAH

ISAK TANGIS LORONG MERAH

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 8, 2017
Kampus bagaikan negara kecil, yang memiliki dari segala parlemen di dalamnya. Dalam sebuah negara memiliki masyarakat yang harus berjuang memperebutkan hak-hak mereka. Tapi, negara juga harus memahami situasi yang berada di sekitarnya, mengeluarkan kebijakan pun harus didampingi oleh pemikiran yang tidak merugikan atau mematikan hak-hak masyarakatnya. Lorong merah adalah markas besar, perkumpulan aktivis kampus yang memperjuangkan hak mereka. Segala kebijakan yang merugikan akan di kritik oleh mereka. Melalui rapat dan pertimbangan pun dilakukan terlebih dahulu untuk memperlancarkan aksi mereka. Tapi segelintir dari mereka harus terjebak dalam rayuan birokrasi kampus. Ia berdusta dan mengkhianati rekan-rekan yang telah berjuang menyelamatkan masyarakat kampus yang menjerit dan tersiksa oleh kebijakan yang ada. Di sisi lain, ada sosok yang selalu dibanggakan oleh penghuni lorong merah. Ia adalah seorang orator yang bersuara lantang layaknya serigala yang mencari mangsa. Dan ia hanya tinggal bersama ibunya, seorang penjual buah-buahan untuk anak yang disayanginya melanjutkan sekolah ke jenjang lebih baik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DROPDOWN
  • Oops, I fell for you (MarkHyuck)
  • Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)
  • REKSA: The Last Bell
  • Bucin Ala Al [END]
  • Pak Udin
  • Sastra Yang Retak
  • Rogue Heart Bad
  • DIKA & ADRA
  • RIMBA MERUN
DROPDOWN

Seorang siswa berandalan yang terjebak dalam konflik antar siswa berandalan. Ber-latar disebuah sekolah yang didominasi oleh para siswa berandalan, Jihan dan beberapa berandalan Junior lainnya berusaha untuk mengubah moralitas sebuah pertarungan menjadi lebih baik dan bermakna. Namun sejuta intrik permasalahan di sekolah tersebut menghambat perjuangan mereka silih berganti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines