Story cover for Titik. by SoviaNH
Titik.
  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ago 09, 2017
Aku tau aku salah jika memiliki rasa ini. Namun aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku menyayanginya. Aku merasa nyaman saat bersamanya.

Dia lelaki yang pertama kali menggenggam tanganku selain ayahku, yang pertama kali mengantar ku sampai depan ruang tamu, yang pertama kali membuatku tertawa d depan umum karena ulahnya, dan dia laki-laki kedua yang ada dihatiku, yang pertama adalah ayahku

Bersamanya aku merasa aman dan nyaman dan tak terasa waktu berjalan begitu cepat membuatku ingin lagi bersamanya. Namun ada hal yang memaksaku untuk menghilangkan rasa itu. 

Apakah aku mampu menghilangkannya ? 

Apakah dia memiliki rasa yang sama ?
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Titik. a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#38cintapandanganpertama
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Taken Slowly cover
Complicated Friend Zone cover
Friendzone | END | cover
Admire Or Love cover
🎀Sahabat Jadi Cinta🎀  cover
It HURTS cover
ALFA [selesai] cover
Friendzone cover
My Past cover
♚BEST FRIEND ZONE♚ cover

Taken Slowly

35 partes Concluida

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.