Gita memang terlahir dengan tingkat kepekaan yang kurang. Kepekaan disini, merujuk pada, kode-kode. Bukan. Bukan kode seperti sandi rumput. Tapi kode hati, aduh.
Gita selalu menganggap kode-kode itu hanya sebagai bercandaan, kepura-puraan, dan... gombalan retjeh.
Padahal, sejak dulu ada seseorang yang selalu melemparkan kode itu, dan Gita hanya melemparkan gelak tawanya.
Tapi, suatu saat, ketika pikirannya mulai dewasa, ia sadar baru sadar. Namun, Semesta malah mempermainkannya.
Rinea menyadari bahwa dunia yang ia tinggali selama ini ternyata dunia novel, yang mengisahkan tentang ketua geng motor SMA dan juga gadis baik hati polos pujaan hatinya.
Sementara Rinea, hanya pemeran figuran saja, yang akan berakhir bunuh diri karena tidak tahan perlakuan kejam oleh keluarga angkatnya.
Bertekad mengubah takdirnya, justru Rinea malah bertemu dengan Exel, antagonis pria dalam novel.
Awalnya hanya menjadi nanny di apartemen Exel saja, tapi kenapa tiba tiba sang antagonis melamarnya?
Tahap revisi, pelan-pelan.
*****
Gadis figuran kalem jenius x Pemuda antagonis dingin bucin