Mendung Jangan Pergi

Mendung Jangan Pergi

  • WpView
    Reads 4,447
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 26, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mendung tak selamanya mendatangkan hujan. Tak selamanya menghadirkan gemuruh yang menggelegar memekakkan. Ia juga tak selamanya terlihat buruk dengan kabut hitam yang menutupinya. Yang perlu kamu tahu, mendung yang selama ini menghantuimu adalah mendung yang sebenarnya berniat untuk melindungi, melindungimu dari sinar matahari yang melelahkan. Memberikan pancaran suhu yang menyejukkan. Bukan hanya raga tapi juga jiwa. Dara-Gadis lugu yang tak suka hujan selalu menganggap Alfa-sebagai mendung yang menyebalkan. Serangkaian kejadian membawa keduanya kian dekat walaupun beberapa sekat seringkali memisahkan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Antara dua luka
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • ARGA [REVISI]
  • My Shine [completed]
  • Persona
  • TERA
  • DERSIK

[SEASON 1] "Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa di setiap tarikan napas. Ada trauma yang membungkam tawa, membekukan dunia, dan membuat seseorang takut percaya pada cahaya. Dibalik sebuah senyuman, tersimpan dunia yang hampir runtuh." Bagi Atlana, hidup adalah perjuangan tanpa akhir melawan bayang-bayang masa lalu yang membeku di setiap sudut pikirannya. Dunia terasa bising, dingin, dan kejam-tak pernah benar-benar memberinya ruang untuk sekadar bernapas. Sementara itu, Kalan-seorang pemuda yang menanggung sunyi seperti beban di punggungnya-tak pernah mengira bahwa pertemuan singkat dengan Atlana akan mengubah jalannya, mengaburkan batas antara kesendirian dan ketergantungan. Ini bukan kisah tentang keajaiban cinta, melainkan tentang dua jiwa yang terluka, saling menemukan tempat berlindung di tengah reruntuhan diri. Tentang bagaimana kehadiran satu orang mampu meretakkan kabut kelam, dan tentang bagaimana, di dunia yang penuh luka dan kehilangan, kebahagiaan tetap bisa tumbuh... dengan cara paling sederhana, namun paling menyakitkan. Sebuah cerita tentang jatuh, tersesat, bertahan, dan akhirnya-belajar hidup kembali dengan sebuah rumah yang lebih layak. __ Revisi : 27, April, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines