Mendung Jangan Pergi

Mendung Jangan Pergi

  • WpView
    Leituras 4,442
  • WpVote
    Votos 352
  • WpPart
    Capítulos 34
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 26, 2018
Mendung tak selamanya mendatangkan hujan. Tak selamanya menghadirkan gemuruh yang menggelegar memekakkan. Ia juga tak selamanya terlihat buruk dengan kabut hitam yang menutupinya. Yang perlu kamu tahu, mendung yang selama ini menghantuimu adalah mendung yang sebenarnya berniat untuk melindungi, melindungimu dari sinar matahari yang melelahkan. Memberikan pancaran suhu yang menyejukkan. Bukan hanya raga tapi juga jiwa. Dara-Gadis lugu yang tak suka hujan selalu menganggap Alfa-sebagai mendung yang menyebalkan. Serangkaian kejadian membawa keduanya kian dekat walaupun beberapa sekat seringkali memisahkan mereka.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • After J (Complete)
  • HEKSAGARA PRANADIPTA (END)
  • Antara dua luka
  • ARGA [REVISI]
  • Denganmu Kekasih Halal (Completed) ✅
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • "Hujan"
  • DERSIK

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo